3. "Kiamat" Properti bagi Anak Muda
Sama seperti tren global, harga rumah yang melonjak tinggi di Indonesia sementara pendapatan mandek membuat mayoritas anak muda memilih menunda pernikahan. Tabungan yang minim dan ketidakmampuan mencicil hunian membuat target membina keluarga bergeser menjadi "Mungkin Nanti".
4. Mahalnya Biaya Anak (Child-Cost)
Bagi mereka yang berniat menikah pun, keputusan memiliki anak ikut tertunda. Gen Z dan milenial Indonesia sangat mengkhawatirkan meroketnya biaya pendidikan anak setiap tahun, biaya layanan kesehatan, hingga pemenuhan gizi yang layak.
Menunda untuk Kesiapan, Bukan Berarti Kehilangan Mimpi
Baik secara global maupun di Indonesia, fenomena "Nanti—nanti saja deh" ini bukanlah tanda bahwa anak muda saat ini malas berkomitmen atau tidak memiliki mimpi. Sebaliknya, ini adalah bentuk adaptasi yang sangat logis dan penuh kehati-hatian (discernment). Gen Z dan milenial Indonesia memilih untuk mengamankan kemandirian finansial, kestabilan emosional, dan keseimbangan hidup terlebih dahulu. Mereka menolak masuk ke fase hidup baru jika hal itu hanya akan berujung pada kemiskinan atau stres yang tidak berkelanjutan.
Baca Juga: Tips Bicarakan soal Keuangan dengan Pasangan, Mulai dari Kencan Pertama hingga Setelah Menikah
Baca Juga: Meski Belum Menikah, Sekarang Kamu Bisa Bikin KK Terpisah dari Keluarga. Ini Caranya!