Gen Z, Saatnya Kamu Jalani Konsep Protean Career! Berikut 7 Hal Penting yang Harus Dilakukan!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 28 Juli 2026 | 13:33 WIB
Protean career, konsep karier yang selaras dengan Gen Z dan Millenial saat ini. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Protean career, konsep karier yang selaras dengan Gen Z dan Millenial saat ini. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Survei yang dilakukan oleh Deloitte Global terhadap Gen Z dan Millenial menemukan bahwa generasi seumuran kita ini lebih menghargai pengembangan diri, kesehatan mental, keseimbangan hidup, dan pekerjaan yang bermakna dibanding sekadar mengejar promosi.

Hanya sekitar 6% Gen Z yang menyatakan tujuan karier utamanya adalah mencapai posisi senior leadership. Ini tidak lalu diartikan bahwa Gen Z tidak ambisius, namun ambisinya yang berbeda.

Gen Z lebih mengutamakan pekerjaan yang bermakna, fleksibilitas, kesehatan mental, pembelajaran berkelanjutan, otonomi, dan kualitas hidup. Prioritas seperti ini lebih dekat dengan konsep sukses psikologis, sebagai hasil dari protean career.

Protean career adalah konsep karier di mana individu, bukan organisasi, menjadi pihak yang mengendalikan arah perkembangan kariernya.

Keberhasilan karier tidak lagi diukur terutama dari jabatan, gaji, atau status, melainkan dari kepuasan pribadi, keselarasan dengan nilai-nilai (values), dan kemampuan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan.

Baca Juga: Mengenal Karier Berbasis Proyek, Solusi Kerja Fleksibel Saat Ini Untuk Gen Z Supaya Nggak Mudah Burnout

Istilah protean career diperkenalkan oleh Douglas T. Hall pada tahun 1976 dan terus dikembangkan dalam berbagai publikasinya. Nama "protean" diambil dari Proteus, dewa dalam mitologi Yunani yang mampu berubah bentuk sesuai keadaan.

Analogi ini menggambarkan seseorang yang mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Protean career mempunya karakter tertentu, seperti berikut ini:

  1. Self-directed (dikendalikan oleh diri sendiri)
    • Individu menentukan tujuan kariernya sendiri.
    • Tidak bergantung sepenuhnya pada promosi atau arahan perusahaan.
    • Aktif mencari peluang belajar dan pengalaman baru.
  2. Values-driven (berdasarkan nilai pribadi)
    • Keputusan karier didasarkan pada nilai hidup, bukan hanya gaji.
    • Contohnya memilih pekerjaan yang memberikan dampak sosial, fleksibilitas, atau kesempatan berkembang.
  3. Continuous learning
    • Terus meningkatkan keterampilan (upskilling) dan mempelajari kemampuan baru (reskilling).
    • Menganggap belajar sebagai proses sepanjang hayat.
  4. Adaptable
    • Siap menghadapi perubahan teknologi, industri, maupun jenis pekerjaan.
    • Bersedia berpindah peran, bahkan berganti profesi bila diperlukan.
  5. Psychological success
    • Kesuksesan diukur dari kepuasan, makna pekerjaan, dan perkembangan diri.
    • Tidak hanya dari ukuran eksternal seperti jabatan atau pendapatan.

Baca Juga: Personal Values Bisa Memperluas Peluang Karier Kamu. Berikut 6 Poin Penting Penjelasannya!

Konsep protean career ini semakin penting karena perubahan dunia kerja dipercepat oleh digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, ekonomi digital, pekerjaan berbasis proyek (gig economy), dan kerja jarak jauh (remote work).

Konsekuensinya, banyak pekerjaan berubah lebih cepat dibanding beberapa dekade lalu. Pendekatan protean career bisa membantu kita tetap relevan dengan terus mengembangkan kompetensi dan menyesuaikan arah kariernya.

Agar menjadi stand out dalam menjalani konsep protean career, maka ada 7 hal penting yang dilakukan, yaitu:

  1. Bangun keahlian yang mendalam, bukan sekadar mengumpulkan pengalaman

Protean career bukan berarti sering berpindah pekerjaan tanpa arah. Setiap perpindahan seharusnya menambah kompetensi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X