news

Kantor Tetap Buka Saat Kualitas Udara Buruk: Seberapa Aman Udara di Dalam Gedung?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Foto ilustrasi yang memperlihatkan suasana di dalam ruangan ketika polusi udara terjadi akibat KARHUTLA. Sebenarnya apakah aman berada di ruangan saat polusi udara sangat tinggi? (Generate by AI/PejuangKantoran.com)

Inilah alasan mengapa kantor tidak cukup hanya mengandalkan AC untuk membuat ruangan terasa nyaman. Karena biarpun ruangan dingin belum tentu udaranya bersih. AC yang bekerja dengan baik untuk mengatur temperatur belum tentu memiliki sistem filtrasi yang efektif untuk menangkap partikel halus dari asap.

HVAC Menentukan Seberapa Aman Kantor

Salah satu faktor terpenting adalah sistem Heating, Ventilation and Air Conditioning (HVAC).

Pada gedung komersial, HVAC dapat mengambil udara dari luar, mencampurnya dengan udara yang disirkulasikan kembali, menyaringnya, lalu mendistribusikannya ke seluruh ruangan. Karena itu, pengaturan HVAC selama kondisi asap menjadi sangat penting.

Banyak badan sertifikasi internasional merekomendasikan pengelola gedung meningkatkan kemampuan filtrasi, memastikan filter dalam kondisi baik, mengelola ventilasi, serta meminimalkan masuknya asap melalui pintu dan jendela ketika terjadi episode asap. Pemantauan PM2.5 di dalam gedung juga dapat membantu mengetahui apakah langkah tersebut efektif.

Artinya, kantor dengan HVAC yang terawat dan filtrasi memadai bisa menjadi ruang perlindungan yang relatif lebih baik dibandingkan berada di luar.

Tanda Kantor Perlu Mendapat Perhatian

Pekerja juga dapat memperhatikan kondisi lingkungan kantor. Bau asap yang masuk, udara terasa pengap, iritasi mata atau tenggorokan, batuk, sakit kepala, hingga rasa tidak nyaman saat bernapas dapat menjadi tanda bahwa kualitas udara perlu dievaluasi.

Namun, tidak adanya bau asap juga bukan jaminan udara bersih. Sebagian polutan, termasuk partikel halus, tidak selalu dapat dideteksi hanya dengan penciuman.

EPA juga menyebut bahwa kualitas udara dalam gedung dipengaruhi desain, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem ventilasi.

Apa yang Bisa Dilakukan Pekerja?

Ketika AQI berada pada level buruk, pekerja dapat mengambil beberapa langkah sederhana. Pertama, hindari membuka jendela kantor jika kondisi udara luar sedang buruk. Kedua, batasi keluar-masuk gedung yang tidak diperlukan, terutama jika harus melewati area dengan konsentrasi asap tinggi.

Jika tersedia, gunakan ruang dengan filtrasi udara yang lebih baik atau cleaner air space. Gedung juga dapat menggunakan alat pemantau PM2.5 untuk mengetahui kualitas udara secara langsung di dalam ruangan.

Pekerja dengan kondisi kesehatan tertentu sebaiknya lebih berhati-hati karena kelompok rentan dapat mengalami dampak yang lebih besar dari paparan asap.

Kantor Perlu Punya Smoke-Ready Plan

Halaman:

Tags

Terkini