Ketika kualitas udara buruk berlangsung berhari-hari, persoalannya bukan lagi sekadar kenyamanan pekerja, tetapi manajemen risiko di tempat kerja.
Pengelola gedung idealnya memiliki protokol yang menentukan kapan sistem HVAC harus disesuaikan, bagaimana kualitas udara dalam ruangan dipantau, kapan aktivitas luar ruangan dikurangi, dan apakah pekerja perlu diberikan opsi kerja dari rumah.
Pada akhirnya, kantor tetap buka saat AQI buruk bisa saja aman, tetapi keamanan tersebut tidak bisa diasumsikan hanya karena pekerja berada di dalam gedung. Kualitas filter, sistem HVAC, kondisi bangunan, pemantauan PM2.5, serta kebijakan perusahaan menjadi faktor yang menentukan.
Ketika asap kebakaran hutan membuat udara luar memburuk, pertanyaan penting bagi perusahaan bukan hanya “Apakah kantor masih bisa buka?”, tetapi juga “Apakah udara yang dihirup pekerja di dalamnya benar-benar sudah cukup terlindungi?”
Baca Juga: Kabut Asap Dari Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya. Gunakan Masker yang Tepat Seperti Berikut Ini!
Baca Juga: Pekerja Lapangan Paling Rentan Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan, Bisakah Mereka WFH?
Artikel Terkait
Ketika Kualitas Udara Buruk Akibat Kabut Asap Bakaran Sampah atau Lahan, Bagaimana Gen Z Seperti Kita Harus Bersikap
Pekerja Lapangan Paling Rentan Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan, Bisakah Mereka WFH?
Kabut Asap Dari Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya. Gunakan Masker yang Tepat Seperti Berikut Ini!
El Niño Godzilla Diprediksi Akan Melanda Indonesia Sampai Akhir Tahun, Ini Pengaruhnya Untuk Ekonomi Indonesia
Apa yang Bakal Terjadi Ketika Kabut Asap Sampai Malaysia? Bagaimana Dampaknya ke Bisnis dan Pekerja Indonesia