news

Sungai Barito Turun Permukaan Airnya Punya Konsekuensi yang Serius. Separah Apa?

Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:47 WIB
Seberapa parah keringnya Sungai Barito?

Pejuangkantoran.com – Baru-baru ini beredar berita tentang kondisi Sungai Barito di segmen sekitar Desa Kalahien, Kecamatan Susun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Dalam berita yang dipublikasikan sejumlah media, menunjukkan foto Sungai Barito tepat di bawah Jembatan Kalahien yang permukaan airnya turun sangat signifikan.

Penyusutan muka air sungai ini hingga memperlihatkan dasar sungai yang berupa tanah warna cokelat dan sejumlah kaki jembatan yang biasanya tertutup air. Foto ini mengingatkan pada suasana film-film bertema apokaliptik.

Benarkah kondisi Sungai Barito seperti dalam gambaran itu? Faktanya, meski Sungai Berito mengalami penurunan muka air yang sangat signifikan, namun Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), seperti yang dikutip oleh tirto.id, memastikan alur utama Sungai Barito di sekitar Kalahien masih memiliki aliran air dan tetap dapat dilalui kapal maupun perahu.

Baca Juga: Katanya Air Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Punya Konsekuensi yang Serius

Namun demikian, tetap saja fenomena ini punya konsekuensi serius bagi tranportasi, logistik, dan ekonomi regional. Karena, menurut Sekretari Utama BMKG, Guswanto, seperti yang dikutip oleh detik.com, Sungai Barito mengalami penurunan permukaan air yang signifikan.

Di Muara Teweh, catatan tinggi muka air normal bisa mencapai 5-11,5 meter, ini tinggal sekitar 0,6 meter.

Kondisi ini disebebkan oleh Hari Tanpa Hujan (HTH) yang panjang hingga sangat panjang di wilayah Barito Selatan. Plus, puncak musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan berlangsung pada Agustus–September 2026.

Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng, Janang Firman, seperti yang dikuitp oleh Kompas.com, menegaskan bahwa krisis ekologis ini merupakan dampak dari "El Nino Godzilla" 2026 yang diperparah oleh rusaknya tatanan ekologi akibat aktivitas manusia.

Baca Juga: Musim Kemarau Panjang, Anda Mau Beli Air Purifier, Pertimbangkan 4 Hal Ini

Curah Air Hujan Menentukan

Sungai Barito sendiri dikategorikan sebagai sungai perennial (Sungai permanen) yang air mengalir sepanjang tahun, termasuk saat musim kemarau. Sumber air utamanya dari curah hujan dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

Karena itu, curah hujan di wilayah hulu dan anak-anak sungainya sangat menentukan debit Barito.

Panjang Sungai Barito sekitar 900 kilometer. Dengan badan sungai sepanjang ini, kondisi di sekitar Jembatan Kalahien, tidak mencerminkan kondisi Sungai Barito secara menyeluruh.

Halaman:

Tags

Terkini