news

Elon Musk Bilang, Karyawan Twitter yang Tersisa Akan Menerima Penghargaan Saham yang Signifikan

Selasa, 28 Februari 2023 | 09:47 WIB
Ilustrasi: Elon Musk memberitahu karyawannya yang tersisa bahwa mereka akan menerima penghargaan saham berbasis kinerja yang cukup signifikan. (Unsplash/Souvix Banerjee)

PejuangKantoran.com - Sebagai kelanjutan dari PHK yang dilakukan Elon Musk pada karyawan Twitter pada Sabtu (25/2/2023) lalu, Musk mengirim email kepada karyawan yang tersisa pada Senin (27/2/2023), untuk memberi tahu bahwa mereka akan menerima penghargaan saham.

Penghargaan saham berbasis kinerja untuk karyawan Twitter yang tersisa ini nilainya "sangat signifikan" dan akan diberikan pada 24 Maret, begitu menurut memo internal yang diperoleh The Verge.

Baca Juga: Twitter PHK Karyawan Lagi, 200 Pekerja Termasuk 'Orang-orang Penting'

“Minggu terakhir ini, kami menyelesaikan perombakan organisasi yang sulit, yang berfokus pada peningkatan pelaksanaan di masa depan, menggunakan umpan balik sebanyak yang kami dapat kumpulkan dari seluruh perusahaan,” tulis Musk.

"Mereka yang tersisa sangat dihormati oleh orang-orang di sekitar mereka," tambahnya.

Memo singkat berjudul "Penghargaan Kinerja" tersebut adalah komunikasi pertama Musk dengan karyawan Twitter sejak dia memberhentikan ratusan dari mereka, termasuk beberapa loyalis senior dan hampir semua tim produk tanpa peringatan selama akhir pekan.

Setelah beberapa putaran pengurangan karyawan, dan menuntut agar karyawan menjadi sangat tangguh, Musk belum membagikan detail tentang bagaimana dia akan menebus penghargaan saham yang hilang ketika dia menjadikan Twitter private (sahamnya tidak diperdagangkan lagi di bursa).

Baca Juga: Elon Musk Bakal 'Patuh' Hasil Polling Buat Resign Jadi Bos Twitter, Tapi Ada Syaratnya

Sebelumnya, Musk menyinggung sistem yang dia buat di SpaceX untuk memungkinkan karyawan secara teratur menjual saham perusahaan kepada investor yang tertarik.

Mengingat situasi keuangan Twitter yang tertekan dibandingkan SpaceX, tidak jelas selera sahamnya dalam jangka pendek.

Sementara itu, Musk dikabarkan mempersulit karyawan Twitter untuk mengetahui cakupan penuh pemotongannya. Direktori internal perusahaan telah offline sejak dia mengambil alih.

Pekan lalu, Musk menutup kemampuan karyawan untuk menggunakan Slack milik perusahaan. Setelah mematikan Slack, Musk juga menonaktifkan Google Chat untuk email kantor tanpa penjelasan. Menurut karyawan, langkah ini dimaksudkan untuk menggagalkan komunikasi internal selama PHK.

Baca Juga: Nasib Karier Elon Musk Sebagai CEO Twitter: Bakal Resign?

Seperti dilaporkan sebelumnya, pada Sabtu (25/2/2023) Elon Musk memberhentikan sekitar 10 persen dari karyawan Twitter yang tersisa, atau sekitar 200 karyawan. Karyawan Twitter sebelumnya sudah dikurangi dari sekitar 7.500 karyawan menjadi sekitar 2.000.

Pengurangan karyawan ini setidaknya merupakan putaran keempat sejak Musk mengatakan pada 21 November 2022 bahwa PHK telah berakhir. Putaran kali ini mengenai banyak departemen, termasuk iklan dan teknik infrastruktur.

Halaman:

Tags

Terkini