Tiga perempat pengajar mengatakan bahwa mereka yakin ChatGPT bisa membantu mereka berkembang sebagai pengajar. Dua pertiga melaporkan bahwa mereka lebih suka orang menghabiskan waktu untuk mengembangkan solusi tentang cara menggabungkan ChatGPT ke dalam pengajaran dan pembelajaran.
Hasil ini tentunya kontras sekali dengan reaksi pendidik sebelumnya. Misalnya, awal tahun ini Departemen Pendidikan Kota New York membatasi akses ke chatbot ChatGPT untuk staf dan siswa.
Bagaimana pun, ChatGPT ini sifatnya membantu kita untuk menyelesaikan tugas dengan lebih mudah dan lebih cepat. Yuk, guru-guru jangan mau kalah sama murid-muridnya!