Suara ayam jantan
Menteri Pariwisata Indonesia Sandiaga Uno mengatakan kepada wartawan, banyak kecelakaan terjadi di Bali karena wisatawan tidak mahir mengendarai sepeda motor.
Peraturan dibuat untuk memastikan keamanan wisatawan, katanya. “Jadi kalau mereka tidak punya skill naik motor lalu ada yang kecelakaan, baik dalam keadaan mabuk atau tidak, tentu ini perlu ditindak,” ujar Sandiaga.
Pro dan kontra seputar larangan turis menyewa dan mengendarai sepeda motor di Bali pun muncul. Putu Winastra, Ketua Asosiasi Agen Perjalanan dan Tur Indonesia cabang Bali, berpendapat bahwa usulan gubernur itu masuk akal.
“Karena beliau ingin agar Bali tetap menjadi destinasi wisata internasional yang aman dan bagus. Kalau orang asing mau naik sepeda motor tapi belum pernah naik sepeda motor di negaranya, tidak punya izin, akhirnya citra Bali jadi negatif.”
Dia mengatakan bahwa turis asing dengan lisensi yang masih berlaku, dan yang terbiasa mengendarai sepeda motor harus diizinkan untuk menyewa dari operator berlisensi.
Namun, larangan gubernur tersebut ditentang oleh Nengah Sudirga, yang memiliki perusahaan persewaan mobil dan sepeda motor di Bali.
“Saya tidak setuju jika dilarang karena tidak semua turis di Bali melanggar aturan,” tukasnya. “Menurut saya, lebih baik wisatawan yang melanggar aturan diberi sanksi tegas.”
Awal bulan ini, klip media sosial yang diposting seorang asing di Bali yang mengeluh tentang suara ayam jantan menjadi viral.
Baca Juga: 5 Tips Motret Pakai Ponsel Biar Liburan Makin Aestetik
Dia dan lebih dari belasan turis asing mengeluh kepada pejabat setempat karena ayam jantan yang berkokok saat fajar itu mengganggu tidur mereka.
Sandiaga menanggapi keluhan tersebut dengan mengatakan bahwa wisatawan perlu menghormati hukum dan norma dalam masyarakat Bali.
Ia juga mem-posting ulang video salah satu turis yang mengadu di Instagram-nya dan menulis peribahasa versi Indonesia: "Ketika di Roma, lakukan seperti yang dilakukan orang Romawi".