news

Mengenal Pesantren Inggris Assalam Tempat David Ozora Pernah Menimba Ilmu

Senin, 10 April 2023 | 16:25 WIB
Pesantren Inggris Assalam, tempat David Ozora mencari Tuhan, awalnya merupakan rumah singgah. (Instagram/@naomi_prayogo)

PejuangKantoran.com - Sebelum David Ozora (17) menjadi korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo (20), belum banyak orang yang tahu tentang Pesantren Inggris Assalam.

Nama Pesantren Inggris Assalam mencuat ketika tante David, Naomi Prayogo, menyebutnya sebagai kawah candradimuka bagi David.

Pesantren yang berlokasi di Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor ini, merupakan salah satu “sekolah” David saat menginjak remaja.

Baca Juga: Ingin Pegang Kumis Adam Suseno, David Ozora Senang Akhirnya Dijenguk Inul Daratista dan Suami

Dilansir dari unggahan Naomi Prayogo di akun Instagram-nya, David masuk ke pesantren itu saat berusia 14 tahun dan mengenyam pendidikan di sana selama dua tahun. Tempat tersebut terpilih menjadi tempat David belajar banyak hal.

[David] Belajar tentang keikhlasan, belajar tentang pertemanan, belajar tentang mengatasi konflik dan banyak lagi hal yang dia pelajari disana,” tulis Naomi.

Bahkan, setelah menjadi alumni Pesantren Inggris Assalam, David masih sering ke sana untuk mengajar mengaji kepada santri pesantren di sana.

Berawal dari rumah singgah

Menurut situs NU Online, Pesantren Inggris Assalam adalah pengembangan dari Yayasan Puspita, rumah singgah anak-anak jalanan yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sejak 2002, yayasan ini berupaya membina, mengarahkan, dan meyakinkan bahwa anak jalanan juga bisa sukses seperti anak-anak lain.

Sebelum menjadi yayasan, Ali Qohar –pengasuh pesantren yang akrab dipanggil Aang– dan istrinya, sudah sering mendampingi anak jalanan, buruh anak, dan anak yang memiliki konflik dengan hukum di daerah Jakarta.

Anak Aang yang juga pengurus Pesantren Inggris Assalam, Kaviel, bercerita kalau sang ayah bertemu Soegiono pada akhir 1998, dan Franky Welirang pada 1999, untuk mendapatkan dukungan pendampingan.

Hingga akhirnya pada 2002, Franky dan Kedutaan Besar Swiss membeli rumah dan menjadikannya rumah singgah tetap Yayasan Puspita.

Baca Juga: Gagal Tempuh Jalan Damai, AG Dijerat dengan Pasal Berlapis. Berapa Ancaman Hukuman Maksimalnya?

Dibangun dari sumbangan

Halaman:

Tags

Terkini