news

Anggota DPR Taufik Basari Bela TikToker Lampung Kota "Dajjal": “Bima adalah Kita”

Senin, 17 April 2023 | 16:00 WIB
Taufik Basari menganggap, keluhan Tiktoker Bima Yudho Saputro adalah keluhan masyarakat yang sebenarnya. (Instagram/@taufikbasari_official)

PejuangKantoran.com - Pemerintah Lampung, khususnya Lampung Timur, terkesan “tersinggung” dengan TikToker Bima Yudho Saputro.

Pasalnya, Bima melalui video TikTok-nya menyebut kota itu tidak maju-maju dan seperti kota “Dajjal”.

Namun, Ketua DPR RI Taufik Basari justru membela TikToker yang menyebut Lampung sebagai kota “Dajjal” itu.

Baca Juga: Orangtuanya Diminta Klarifikasi, TikToker Lampung “Dajjal” Ungkap Kekesalannya

Saat rapat Komisi III DPR RI bersama Polda Lampung dalam Kunjungan Kerja ke Provinsi Lampung, Jumat (14/4/2023), Taufik menyuarakan keberatannya jika Bima sampai dilaporkan ke polisi dan proses hukumnya terus berjalan.

“Saya menyampaikan pesan khusus kepada Polda Lampung. Saya meminta agar laporan kepada polisi terkait viralnya video Bima yang menyebutkan Lampung tidak maju-maju, tidak perlu ditindaklanjuti menjadi proses hukum.

“Terlalu banyak membuang energi yang tidak perlu jika memproses persoalan seperti ini,” ujar anggota Komisi III DPR RI ini.

Alasan Taufik Basri membela Bima Yudho Saputro

Politisi berusia 46 tahun itu sangat memahami keluhan yang disampaikan Bima di video TikTok-nya. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh pemuda yang sedang studi di Australia itu merupakan keluhan masyarakat yang sesungguhnya.

Sebagai anggota DPR RI dari Dapil Lampung I, setiap berkeliling untuk bertemu dengan warga Lampung, Taufik selalu mendapati warga yang mengeluhkan masalah infrastruktur.

Satu hal yang selalu ditanyakan oleh warga di sana adalah mengenai jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki.

“Bima adalah kita. Keluhannya adalah keluhan rakyat yang mengharapkan Lampung lebih baik lagi. Bima sedang memberikan pesan dan itu adalah aspirasi.

"Karena itu, tangkaplah aspirasi itu, jangan berpikir untuk menangkap orangnya,” kata Tobas, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Rumah Orangtua TikToker Lampung “Dajjal” Didatangi Polisi, Ini Kronologinya

Mantan aktivis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini juga bilang, konten Bima itu seharusnya menjadi pengingat untuk orang-orang yang menjalankan amanah rakyat Lampung untuk bekerja lebih baik.

Halaman:

Tags

Terkini