Bima tidak gentar dengan pelaporan atas dirinya
Meski awalnya sempat menangis saat tahu orangtuanya mendapatkan intimidasi, tetapi Bima tetap tenang menghadapi kasus pelaporan terhadap dirinya.
“Sekarang gue merasa lebih rileks, lebih lepas, gue kayak ‘backup gue banyak’, gue nggak perlu khawatir. Bahkan (keluhannya) udah didengar dari pihak istana kan.
“Jadi gue nggak usah nangis, bingung gitu, nggak sih. Udah nyantai aja, ini kasus apaan sih? Santai gue mah,” ujar pemuda yang sedang menempuh pendidikan di Australia ini.
Bima juga tidak akan langsung bungkam meski videonya menjadi sangat viral, bahkan hingga membuatnya dilaporkan ke polisi. Menurutnya, pemerintah yang dikritiknya justru akan merasa menang jika ia bungkam dan berhenti bersuara.
Baca Juga: Orangtuanya Diminta Klarifikasi, TikToker Lampung “Dajjal” Ungkap Kekesalannya
Dengan berani, mantan atlet cilik tenis meja yang akan berkuliah di Macquarie University ini justru memberikan pesan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim.
“Untuk pemerintah daerah, khususnya untuk Provinsi Lampung. Pak, Bu, please jangan antikritik. Gue sampai saat ini melihatnya masih antikritik karena orang-orang yang follow lu aja yang bisa komentar di sosial media lu.
“Terima aja masukannya (dari masyarakat), masa dibungkam, dihapus, di-block,” ujarnya. (Elga Windasari)