“Sebetulnya tidak ada urusan (Arinal dengan Juliman). Mau orangtuanya ASN, mau orangtuanya TNI, kalau anaknya sudah mengkritik, itu kan personal anaknya.
“Dia punya cara pandang yang bebas. Dia tidak bisa menyalahkan orangtuanya, dan sebagainya,” kata Achmad.
Justru seharusnya yang dilakukan pejabat adalah menjelaskan kepada publik bahwa kritik yang dilontarkan tidak benar karena mungkin dia memiliki datanya.
Juliman tetap dukung sang anak
Cerita Juliman, sejak kecil Bima memang ia didik untuk jujur agar bermanfaat untuk orang banyak. Malah, dia mengatakan kepada anak laki-lakinya yang sedang kuliah di Australia itu untuk tidak takut dengan kejujuran, meski sendirian.
Juliman sendiri tidak takut mengkritik orang yang melaporkan anaknya ke polisi, Gindha Ansori Wayka, pengacara yang merupakan tim kuasa hukum Gubernur Lampung.
Baca Juga: Tak Berjuang Sendirian, TikToker Bima Yudho Saputro Dibela 3 Tokoh Penting Ini!
Juliman mengatakan, kalau memang tidak setuju dengan kritikan Bima, seharusnya Gindha langsung menelepon anaknya itu, merangkul, bukan malah melaporkannya ke polisi.
Menurutnya, data yang diberikan anaknya merupakan data yang real. Bima juga tidak asal bicara. Sebab untuk masalah pendidikan, prestasi Bima juga tidak main-main karena berhasil diterima di tiga perguruan tinggi di Australia dan dua di Amerika.
Terakhir, Juliman memberikan pesan kepada Bima, ”Tetap berjuang, semangat. Saya dukung. Apalagi nanti saya nggak PNS, lebih seru.” (Elga Windasari)