Saat ini warga yang berada di daerah yang berpotensi terkena tsunami diimbau untuk waspada namun tidak panik. Kemungkinan terjadi gempa susulan pun masih harus diwaspadai.
Hingga pukul 04.35 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 8 (delapan) aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar M4,6.
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," tulis Daryono.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah."
"BMKG akan terus melakukan monitoring muka air laut.Masyarakat yang berada di wilayah potensi tsunami agar tetap tenang dan menjauhi pantai hingga BMKG menyampaikan Peringatan Dini Tsunami Berakhir."
Baca Juga: Scarlett Johansson Umumkan Pensiun dari Marvel
Sementara itu Abdul Muhari, Ph.D. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan masyarakat harus waspada gempa susulan dengan memanfaatkan barang-barang di rumah.
"BNPB mengajak masyarakat agar tidak perlu panik namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi gempabumi susulan. Peringatan dini gempabumi dapat dibuat dengan memanfaatkan barang-barang yang mudah dijumpai di rumah seperti menyusun kaleng secara bertingkat. Hal itu bertujuan dapat menjadi 'alarm' apabila terjadi gempabumi"