Menurut Jonathan, Mario, Agnes atau AG, dan Shane Lukas Rotua Shane merasa kantor Polsek Pesanggrahan hanya sebagai tempat nongkrong sesaat sebelum ayah Mario, Rafael Alun, mengeluarkan mereka. Ketiganya bahkan masih bisa bermain gitar dan bernyanyi-nyanyi.
Setelah diberitahu ayahnya tidak bisa membantu, barulah sikap mereka bertiga berubah.
“Padahal sebelumnya dia bilang ke tantenya agnes, dendy sempat bilang: tenang tante, agnes gak akan kena, semua diurus papa, paling nanti saya cuma dihukum 2 tahun 8 bulan. Bagaimana dia bisa tahu akan dihukum segitu?" tanya Jonathan.
Rafael Alun dan istrinya mengajak Jonathan berdamai
Pada 21 Februari 2023 malam hari, ayah David kemudian ditemui oleh Ernie Meike Torondek, ibunda Mario, di rumah sakit untuk mengajak berdamai. Saat itu, perempuan tersebut ditemani oleh kakak Mario, Kristo, dan mantan pengacaranya, Dolfie Rompas.
Jonathan menolak berdamai dan menyuruh mereka pulang. Di malam yang sama, Rafael juga datang menemuinya dengan tujuan yang sama.
“Gak akan ada damai2, gue akan lawan sampai kapanpun,” tegas Jonathan.
Ia juga bilang bahwa pihak Rafael sampai mendekati teman-temannya untuk dikasih uang. Jonathan sama sekali tidak memedulikan hal tersebut. Menurutnya, jika memang ada yang menerima, itu urusan mereka, bukan dia.
Selain itu, laki-laki bertato ini mengungkapkan kebohongan Rafael yang disebut oleh media tidak menengok Mario Dandy saat berada di kantor polisi.
“BOHONG BESAR!!! Bapaknya shane cerita kalo ketemu ortu dandy di tahanan polda metro sama2 bezuk. Dan dia dicuekin ortu dandy. Mafia ini buying ke media dengan nilai fantastis,” tulisnya.
Menurutnya, Rafael hanya seorang tukang tagih dan tukang peras yang levelnya masih medioker (biasa-biasa saja). Ia hanya pejabat eselon 3, Kabag Umum DJP Jakarta Selatan, yang disebut Jonathan bukan jabatan yang sangat tinggi.
Namun, ia bisa membuat semua orang mengikuti suruhannya untuk menyelamatkan putranya dan bisa memainkan “kaki-kakinya” hingga lintas institusi.
Jonathan lalu me-mention Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo melalui akun Twitter-nya, @prastow. "Merusak logika ini orang mafia biroktasi kemenkeu. Mas @prastow, orang itu berjejaring baik hierarkis maupun hopeng2 WAG.
Baca Juga: Jangan Malu Kalau Suka Menangis Saat Nonton Film! Ini Bukti Kamu Seorang yang Kuat
"Semboyan mereka: menteri boleh ganti, birokrat hidup abadi. Tolong bener2 hal ini diseriusin. Jangan cuma berhenti pada "dilarang flexing di medsos", yang gak flexing kadang justru mafia besarnya."