news

Tunjuk Linda Yaccarino sebagai CEO Twitter, Elon Musk Bilang Cuma Orang Bodoh yang Mau Pekerjaan Itu

Sabtu, 13 Mei 2023 | 14:23 WIB
Elon Musk telah menunjuk Linda Yaccarino sebagai CEO Twitter yang baru. (Instagram @lindayacc)

Meskipun demikian, pria dengan jumlah kekayaan 179,5 miliar dollar itu mengatakan kepada BBC bahwa perusahaan itu sekarang "kira-kira" sudah mencapai titik impas.

"CEO baru adalah satu-satunya jalan ke depan untuk Twitter. Satu-satunya masalah terbesar dengan bisnis iklan Twitter adalah Elon Musk.

"Saat dia mundur, Twitter dapat mulai melepaskan citra pribadi Musk dari perusahaan dan berupaya mendapatkan kembali kepercayaan di antara pengiklan,” jelas analis Insider Intelligence Jasmine Enberg.

Meskipun keberhasilan upaya tersebut akan bergantung pada siapa yang mengambil alih, tetapi rasanya tidak ada CEO yang bisa lebih kontroversial atau merusak bisnis iklan Twitter dibandingkan Elon Musk sendiri.

Bayangkan saja, pada hari pertamanya sebagai CEO Twitter, ia langsung memecat eksekutif puncak perusahaan dan sekitar 80% stafnya.

Kemudian, pendiri SpaceX ini juga mengubah sistem verifikasi platform, serta mengurangi moderasi konten dan perlindungan terhadap penyebaran informasi yang salah.

Meski sudah menemukan CEO baru, tetapi ia sempat bercanda dan merasa pesimis dengan hal tersebut. Menurutnya, orang yang akan menggantikan dirinya "pasti sangat menyukai rasa sakit" karena mau menjalankan perusahaan yang "telah berada di jalur cepat menuju kebangkrutan".

“Tidak ada yang menginginkan pekerjaan yang benar-benar dapat membuat Twitter tetap hidup. Tidak ada penggantinya,” cuit Elon saat itu.

Baca Juga: Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran Dinonaktifkan, Husein Ali Batal Mundur Jadi Guru

Saham Tesla justru mengalami peningkatan

Setelah mengumumkan dirinya telah menemukan CEO Twitter yang baru, saham Tesla langsung naik sekitar 2%. Kemungkinan hal ini terjadi karena para pemegang saham perusahaan mobil listrik yang tadinya merasa khawatir tentang perhatian Elon yang akan dihabiskan di Twitter, mulai merasa lega.

November 2022 lalu, dia diinterogasi di Pengadilan Kanselir Delaware mengenai bagaimana caranya membagi waktu antara Tesla dan perusahaan lainnya, termasuk SpaceX dan Twitter.

Saat itu, Elon Musk dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak pernah bermaksud menjadi CEO Tesla dan tidak ingin menjadi kepala eksekutif perusahaan lain mana pun. Ia lebih memilih sebagai seorang insinyur. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini