Selain itu, ia juga me-retweet dan mengomentari beberapa tweet balasan dari banyak akun.
Akun @miayam13rb menjelaskan, “Gak setuju sih kalau dia disebut gila. Sadistic dia mah. Taking pleasure dari penderitaan orang lain. Dan mungkin masih yakin kalau ke depannya hidupnya akan baik-baik aja. Mata dia cuma tampak turun ketika pengacaranya nanya soal kasus bapaknya.”
Menanggapi tweet ini, Jonathan memberi komentar singkat, “Yes.”
Lalu, ia juga me-retweet beberapa komentar dari akun Twitter lain, di antaranya:
“Dia sebenarnya waras, dia ngerasa kasus ini bakal kelar gitu aja dgn power bapaknya, dari tingkah lakunya dia seperti anak "manja" atau anak yang bergantung pada orang tua kalo diliat di video keseharian nya bareng keluarga beda banget dengan anak laki yang seumuran dgn dia,” dari akun @djdodododof.
Baca Juga: Saksi Kunci di Sidang Mario Dandy: Tidak Bantu Menolong David Ozora dan Malah Bermesraan dengan AG
“Menurut pandangan aku sih,anak ini termasuk golongan manusia2 otak lemah+dpt perlakuan yg slalu layak nya anak raja,jdnya yg kyk gini. Kasar nya,udh tau nih anak bego+rada2 bolot.punya duit bukan nya dipake utk bikin dia pinter malah duit nya di pake utk bikin dia tambah bego,” tulis akun @MsSinjal.
Namun, ada juga warganet yang bilang kalau Mario bukan gila atau stres, melainkan seorang psikopat.
Hal itu terlihat dari sikapnya yang tidak memiliki empati dan tidak menunjukkan penyesalan, yang memang menjadi beberapa ciri seorang psikopat.
Kalau menurut kamu bagaimana? Apakah sikap Mario Dandy yang cengengesan setelah sidang ini menunjukkan kalau dia gila dan stres atau yang lainnya? (Elga Windasari)