PejuangKantoran.com - JPMorgan Chase & Co (JPM.N) berada dalam babak baru perampingan perusahaan. Bank terbesar di Amerika Serikat tersebut melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 20 karyawan perbankan investasi mereka di Asia.
Selasa (20/6/2023) lalu, pihak JPMorgan secara resmi memberitahu para bankir yang terkena dampak PHK. Sebagian besar dari mereka bekerja di peringkat junior dari analis hingga direktur eksekutif.
Para pembuat kesepakatan ini mencakup konsumen, sektor perawatan kesehatan, dan pasar modal swasta.
Baca Juga: Grab PHK Massal, Ini Penyebab dan Penjelasan CEO-nya
Menurut sumber yang memberitahukan informasi ini, karyawan JPMorgan yang di-PHK tidak diberitahukan namanya karena informasinya tidak untuk publik.
Ini merupakan putaran kedua PHK di JPMorgan di Asia pada 2023. Kali ini mereka memberhentikan 20 karyawan perbankan investasi, sebagian besar merupakan karyawan tingkat menengah.
Sampai saat ini, juru bicara JPMorgan menolak berkomentar.
PHK kedua di tahun ini
Sebelumnya, pada akhir Mei 2023 JPMorgan Chase melakukan PHK terhadap sekitar 500 karyawannya. Sebagian besar karyawan yang terkena PHK adalah mereka yang berada di bagian teknologi dan operasional.
Selain itu, PHK juga terjadi di seluruh divisi utama perbankan ritel dan komersial, manajemen aset dan kekayaan perusahaan, serta bank korporasi dan investasi.
Seperti beberapa perusahaan keuangan di AS, tahun ini JPMorgan juga secara berkala memangkas karyawannya. Namun, mereka tetap membuka ribuan pekerjaan baru. Dilaporkan JPMorgan memiliki sekitar 13.000 posisi terbuka.
Baca Juga: Ini Beda ORI023 dengan Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan, dan Saving Bond Ritel
Di bawah kepemimpinan CEO Jamie Dimon, JPMorgan telah berada dalam mode pertumbuhan. Terakhir mereka mengakuisisi bank regional First Republic yang gagal dalam kesepakatan yang ditengahi pemerintah.
Itulah mengapa meski melakukan PHK, bank ini masih memiliki 296.877 karyawan per 31 Maret 2023 atau 8% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Ikuti jejak bank besar lainnya