PejuangKantoran.com - Proses ibadah haji yang panjang dan tidak mudah, membuat banyak jamaah yang meninggal di tanah suci setiap tahunnya. Apalagi jamaah dari Indonesia, yang memang mayoritas diisi oleh para lansia.
Meskipun menyedihkan, tetapi meninggal di Makkah atau Madinah menjadi impian umat muslim yang menunaikan ibadah di sana.
Bagi yang meninggal, jenazah mereka tentu saja tidak dibawa pulang ke kampung halaman, melainkan dikubur langsung di tempat meninggal, bisa di Makkah atau Madinah.
Baca Juga: Coldplay Pecahkan Rekor Penjualan Tiket Terbanyak dalam Satu Hari di Singapura
Di Makkah ada pemakaman Ma'la yang menjadi makam keluarga Nabi Muhammad SAW, termasuk istri pertama nabi, Sayyidah Siti Khadijah.
Sementara di Madinah ada Pemakaman Baqi', tempat dimakamkannya para keturunan nabi, sahabat, dan para syuhada.
Selain itu, Pemakaman Baqi' menjadi tempat makam para jamaah haji atau pun umrah yang meninggal saat menunaikan ibadah tersebut.
Sejarah Pemakaman Baqi’
Tempat makam para jamaah haji ini terletak di sebelah barat daya Masjid Nabawi. Jaraknya juga tidak terlalu jauh, yakni hanya sekitar 500 meter.
Lahan Pemakaman Baqi' ini cukup luas, sekitar 174.962 meter persegi dan dikelilingi pagar yang cukup tinggi.
Sejarah pemakaman ini adalah ketika Rasulullah SAW, yang saat itu sudah tinggal di Madinah, sedang mencari lokasi yang tepat untuk dijadikan pekuburan bagi kaum muslim atau sahabat yang meninggal dunia.
Saat mengelilingi kota tersebut, Rasulullah akhirnya tiba di satu lokasi dan bersabda bahwa beliau diperintahkan untuk menjadikan tempat tersebut sebagai area pemakaman.
Dulunya, lokasi Pemakaman Baqi’ dipenuhi dengan semak dan perdu. Bahkan, menjelang malam hari akan ada banyak serangga yang bermunculan.
Itulah mengapa pemakaman ini diberi nama Baqii, yang diambil dari al-Baqi’ artinya taman pepohonan. Di sini dulunya ditumbuhi pohon berduri yang sangat besar disebut al-Gharqad.
Baca Juga: Serunya Menjelajah Turki dengan Sepeda