PejuangKantoran.com - Mark Zuckerberg boleh saja membuat Elon Musk jengkel, tapi bisnis harus jalan terus. Maka jangan heran kalau Musk tetap disibukkan dengan peluncuran lini bisnis terbarunya, perusahaan kecerdasan buatan bernama xAI.
Perusahaan ini dirancang untuk bersaing dengan pengembang AI lainnya termasuk pembuat ChatGPT OpenAI (yang juga dia dirikan) dan Google Bard.
"Tujuan xAI adalah untuk memahami sifat sebenarnya dari alam semesta," kata Elon Musk saat mengumumkan peluncuran xAI di situs web perusahaannya, Rabu (12/7/2023).
Baca Juga: Mark Zuckerberg vs Elon Musk Beneran Mau Bertarung? Ini yang Perlu Kamu Tahu!
Situs xAI tidak memberikan informasi tambahan tentang startup tersebut, tetapi tim xAI berencana mengadakan obrolan langsung melalui Twitter Spaces pada Jumat, 14 Juli 2023.
Dalam event tersebut Elon Musk akan bergabung dengan 11 anggota tim lainnya, yang semuanya telah bekerja di DeepMind, OpenAI, Google Research, Microsoft Research, dan Tesla, dan telah mengerjakan proyek termasuk AlphaStar, GPT-3.5, dan GPT-4.
Perusahaan xAI dilaporkan sudah mengerjakan project tersebut selama berbulan-bulan. Menurut sumber yang tak disebutkan namanya, Musk sudah membeli 10.000 unit pemrosesan grafis yang digunakan dalam pengembangan AI.
Menurut situs webnya, xAI adalah "perusahaan terpisah dari X Corp, tetapi akan bekerja sama dengan X (Twitter), Tesla, dan perusahaan lain untuk membuat kemajuan menuju misi kami."
Elon Musk akan bertindak sebagai CEO xAI, selain masih memimpin Tesla, SpaceX, dan Twitter. Untuk xAI yang sedang berjalan sekarang, Musk merekrut insinyur dan peneliti yang berbasis di San Francisco.
Baca Juga: Twitter Menuding Meta Memburu Lusinan Mantan Karyawan Twitter untuk Mengembangkan Threads
Dan Hendrycks, direktur Center for AI Safety, bertindak sebagai penasihat Elon Musk dan tim xAI. Kabarnya dia hanya menerima gaji $ 1 dengan tujuan, “Agar tidak memihak mana pun dan tidak memiliki insentif untuk membatasi kritik saya," katanya pada The Washington Post.
Organisasi nirlaba tersebut menerima reaksi keras setelah Mei lalu menerbitkan surat yang mengklaim bahwa memitigasi risiko kepunahan AI harus menjadi prioritas global, bersamaan dengan risiko skala sosial lainnya seperti pandemi dan perang nuklir.
Akal-akalan Elon Musk
Startup xAI hadir setelah Maret lalu Musk menandatangani surat terbuka yang menyerukan penghentian ekspansi AI, dan meminta perusahaan untuk menghentikan pengembangan mereka setidaknya selama enam bulan.
Menurut pengusaha berusia 52 tahun itu, AI dapat menimbulkan risiko besar bagi masyarakat dan kemanusiaan.