news

Bukan karena AI, Ini Penyebab Jumlah Pekerjaan yang Tersedia Semakin Berkurang

Selasa, 1 Agustus 2023 | 15:38 WIB
IIustrasi: Penggunaan AI pada layanan kesehatan. Ada beberapa penyebab menurunnya jumlah pekerjaan yang bukan disebabkan oleh AI. (Twitter @HarryCleveley )

PejuangKantoran.com - Keberadaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memang membuat manusia risau.

Sebab kemampuan tools AI semacam ChatGPT dikhawatirkan membuat pekerjaan manusia tergantikan.  Sampai saat ini saja, sudah banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh AI.

Baca Juga: Siapa Bilang Banyak Karyawan Merasa Terancam dengan Penggunaan AI? Survei Buktikan Sebaliknya!

Namun, sebuah laporan baru menunjukkan bahwa ada ancaman yang jauh lebih besar terhadap berkurangnya jumlah pekerjaan yang tersedia, yang bukan disebabkan oleh AI. Apa itu?

Jawabannya adalah pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, meningkatnya biaya hidup, krisis rantai pasokan, dan pandemi COVID-19.

Faktor-faktor menjadi alasan utama yang menyebabkan hilangnya pekerjaan, menurut laporan Future of Work HSBC tertanggal 18 Juli 2023. Laporan tersebut mengutip data dari World Economic Forum (WEF) yang terbit Mei 2023.

AI justru menciptakan lapangan kerja baru

Menurut survei dari WEF, 50% lebih dari 803 perusahaan yang secara kolektif mewakili 11,3 juta karyawan secara global, percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat akan mengurangi jumlah pekerjaan.

Menariknya, lebih dari 50% perusahaan yang disurvei percaya bahwa teknologi baru—termasuk AI—sebenarnya akan menjadi pencipta lapangan kerja, bukan penghancur.

Kurang sedikit dari setengah dari perusahaan yang disurvei percaya bahwa teknologi AI akan menghasilkan pekerjaan baru.

Baca Juga: 3 Cara Belajar Keterampilan AI untuk Meningkatkan Wawasan dan Peluang Kerja yang Baru

Hasil survei terpisah dari Microsoft yang diterbitkan pada Mei 2023 menunjukkan, mayoritas pekerja cukup nyaman dengan AI yang mengambil alih sebagian dari pekerjaan mereka.

Apalagi untuk tugas-tugas yang mengganggu dan berulang, yang dapat didelegasikan. Meskipun, mereka tetap tidak setuju dengan penggantian total pekerjaan manusia oleh AI.

Namun, tentu saja ada pendapat yang berbeda. Sekitar 25% responden HSBC percaya bahwa AI akan merugikan pekerjaan manusia.

Bahkan, beberapa pekerja sudah termasuk dalam kelompok minoritas yang digantikan oleh teknologi. Hal ini membuat jumlah pekerjaan semakin sedikit dan sulit didapatkan.

Halaman:

Tags

Terkini