PejuangKantoran.com - Sudah Senin lagi! Rasanya weekend berlalu begitu saja. Minggu-minggu kerja keras kembali dimulai. Awas burnout!
Kalau membayangkan pekan-pekan bekerja saja sudah buat kamu lelah, hati-hati jangan-jangan kamu kelelahan atau bahkan burnout. Jika kamu mengalami ini, jangan makin stres. Kamu enggak sendirian, kok. Burnout adalah kondisi stres kronis di mana pekerja merasa lelah secara fisik, mental, dan emosional gara-gara pekerjaannya.
Bahkan berdasarkan data McKinsey tentang Employee Mental Health and Burnout in Asia: A time to Act pada Agustus 2022 lalu, seperempat karyawan di seluruh dunia mengalami kelelahan. Di Asia, angka itu meningkat menjadi satu dari tiga karyawan yang mengalaminya.
Responden juga ditanyai tentang faktor-faktor yang jadi penyebabnya. Di semua 15 negara dan di semua dimensi, "perilaku kerja toxic", dengan margin besar, merupakan prediktor terbesar gejala kelelahan dan "niat untuk resign". Hal ini menyumbang lebih dari 60 persen variasi masalah kesehatan mental para karyawan.
Untuk hasil positif (termasuk “keterlibatan kerja”, “kepuasan kerja”, dan “advokasi organisasi”), dampak dari faktor-faktor yang dinilai lebih terdistribusi, dengan “inklusivitas dan rasa memiliki”, “lingkungan pertumbuhan yang mendukung”, “pekerjaan yang berkelanjutan”, dan "kebebasan dari stigma" menjadi salah satu alasan karyawan yang puas terhadap pekerjaannya.
Hasil ini dapat berdampak besar pada bisnis. Semakin banyak bukti yang menyoroti bagaimana buruknya kesehatan mental di tempat kerja dikaitkan dengan masalah organisasi yang mahal, termasuk atrisi, ketidakhadiran, keterlibatan yang lebih rendah, penurunan produktivitas, dan peningkatan biaya asuransi.
Masalah karyawan burnout ini bukan hanya dialami di Indonesia. Negara Asia Tenggara lainnya juga mengalami masalah yang sama. Misalnya saja Jepang, India, China. Hanya saja penyebab masalah burnout, depresi, gejala kecemasan dan stres ini kebanyakan disebabkan oleh lingkungan kerja yang toxic. Persentase untuk lingkungan kerja toxic ini bahkan bisa mencapai 94 persen di India, dan 71 persen di China. Sedangkan toxic workplace sebagai penyebab masalah kesehatan mental pada karyawan secara global mencapai 70 persen.
Sebagai karyawan, kamu juga harus memikirkan kesehatan mental saat bekerja. Jangan melulu kerja lembur sampai lupa makan, dan istirahat, dan menjaga kesehatan. (din)