PejuangKantoran.com - Raksasa e-commerce Amazon berencana pecat 10.000 orang mulai minggu ini. Jika rencana pemecatan benar-benar terjadi maka ini bakal jadi PHK terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut.
Divisi yang dipecat akan difokuskan pada organisasi perangkat Amazon, termasuk asisten suara mereka, Alexa. Selain itu divisi ritel dan sumber daya manusia juga akan 'dirampingkan.' Hal ini diungkapkan oleh sumber anomin yang enggan disebut namanya, kepada New York Times.
Dalam proses PHK ini, karyawan yang dipecat bakal tetap cair, hanya saja dilakukan secara bertahap. Jika benar-benar terjadi, maka perampingan karyawan ini terjadi selama musim belanja liburan Natal dan Tahun Baru.
Hanya saja Brad Glasser, juru bicara Amazon, menolak berkomentar. Amazon juga akan menjadi perusahaan teknologi terbaru yang memberhentikan pekerja. Amazon bukan perusahaan pertama yang melakukan pemecatan dari perusahaan teknologi.
Mengubah model bisnis dan ekonomi yang genting telah memicu PHK di industri teknologi. Sebelumnya Elon Musk memecat separuh jumlah karyawan Twitter bulan ini setelah membeli perusahaan tersebut. Pada minggu lalu Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengumumkan telah memberhentikan 11.000 karyawan, sekitar 13 persen da ri tenaga kerjanya. Lyft, Stripe, Snap, dan perusahaan teknologi lainnya juga telah memberhentikan pekerjanya dalam beberapa bulan terakhir.
Amazon mengatakan kepada Wall Street bahwa mereka telah mengencangkan ikat pinggang di masa lalu dan dapat melakukannya lagi. Amazon memecat 1.500 pekerja, termasuk pekerja per jam, pada tahun 2001 selama dot-com crash. Saat itu, jumlah pekerja yang dipecat berjumlah 15 persen dari stafnya saat itu. Sebelumnya mereka juga pernah memecat beberapa ratus karyawan pada awal 2018.