PejuangKantoran.com - Beberapa Pejuang Kantoran berani resign kerja meski gelombang pandemi Covid-19 masih melanda. Hal ini terjadi lantaran banyak karyawan menyadari pentingnya kesehatan mental.
Tapi tipe Pejuang kantoran seperti apa sih kamu? Apakah kamu tipe yang gak peduli ada kerjaan baru atau tipe yang harus punya pekerjaan baru dulu sebelum resign kerja?
Memang perkara resign kerja sudah pasti enggak bisa diputuskan mendadak, apalagi pakai emosi. Harus pakai kepala dingin karena ini soal masa depan.
Apapun pilihan kamu, resign kerja dulu baru cari kerja atau 'cabut' setelah dapat pekerjaan baru, itu semua enggak ada masalah. Kamu pun tak sendiri kok.
Baca Juga: Bekerja Lebih dari 40 Jam Seminggu Dianggap Masih Kurang. Mau Tahu Efeknya ke Tubuh?
Dalam survei “The Great Resignation Reality Check” yang dikeluarkan oleh perusahaan perekrutan profesional, Robert Walters, gelombang ‘Pengunduran Diri Besar-Besaran” ini tidak terlalu masif terjadi di Asia Tenggara.
“The Great Resignation Reality Check”, adalah sebuah survei mengenai kondisi dan preferensi tenaga kerja profesional di era ‘Great Resignation.’
atau “Pengunduran Diri Besar-Besaran” yang timbul pasca pandemi Covid-19. Dalam laporannya, Robert Walters menyurvei 2.600 lebih tenaga kerja profesional dari 1.100 lebih perusahaan di enam negara, yaitu Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Indonesia, dan Vietnam.
Hasilnya, ada lebih dari setengah tenaga kerja profesional atau 59 persen responden menunjukkan bahwa mereka tidak nyaman untuk berhenti tanpa memperoleh pekerjaan baru.
Baca Juga: Ayo Daftar Lowongan PPPK Mabes TNI 2022: Banyak Lowongan Nakes
Sedangkan 81 persen dari mereka yang telah berpikir untuk mengundurkan diri pun bersedia berubah pikiran, jika dalam kondisi yang memungkinkan.
Sementara itu, data dari laporan yang sama ternyata 77 persen pejuang kantoran profesional di Indonesia ternyata mempertimbangan untuk resign. Sementara 45 persen pejuang kantoran lainnya mengaku belum akan kepikiran resign kerja.
Apa alasannya? Alasan utama yang menahan mereka, tidak lain karena belum menemukan adanya pekerjaan yang cocok (56 persen responden), kurangnya peluang pekerjaan di bidang yang mereka tekuni (23 pesen), dan kekhawatiran akan keamanan status pekerjaan di perusahaan baru (21 persen responden).
Jadi gimana dengan kamu? berani resign kerja atau nanti dulu?