news

Kasihan Amat, 2 dari 3 Milenial Tidak Mendapat Manfaat Break Makan Siang

Selasa, 29 November 2022 | 19:53 WIB
Ilustrasi: Manfaat break makan siang salah satunya untuk menjaga tetap fokus. (Pexels/Mikhail Nilov)

PejuangKantoran.com - Pejuang kantoran tampaknya sering melewatkan istirahat makan siang. Ketika tenggat waktu tugas semakin dekat tetapi jadwal Zoom meeting tidak ada habisnya, kita jadi mudah mengabaikan manfaat break makan siang. Kalau kamu hanya makan siomay atau sebungkus gorengan sambil terus menghadap laptop, itu sebenarnya bukan "istirahat". Itu hanya makan siang.

Yang memprihatinkan, studi dari California Walnut Board & Commission menunjukkan, 2 dari 3 milenial kehilangan manfaat break makan siang. Mereka baru akan berhenti bekerja ketika sadar perutnya sudah lapar. Lalu meskipun sedang makan, mereka masih terus bekerja atau browsing media sosial dan membaca-baca berita. Kebiasaan ini sering menyebabkan mereka memilih menu makan siang yang asal-asalan. Hanya 27% orang yang memilih menu makan yang memberi mereka energi untuk bertahan sepanjang hari.

Baca Juga: Selama Ini, Pola Makan Kita Ternyata Dipengaruhi Rekan Kerja di Kantor

Responden yang disurvei sebenarnya bersikap idealis, dengan mengatakan istirahat makan siang menjadi waktu untuk memulihkan tenaga dan melepaskan diri dari tanggung jawab. Namun mereka tidak mendapat manfaat break makan siang karena tidak memikirkan bahwa makanan yang mereka konsumsi bisa memengaruhi pikiran, tubuh, dan produktivitas.

Temuan lain yang perlu diperhatikan:
• Saat rekan kerja istirahat makan siang, mereka merasa terganggu dan memilih makan di meja kerja. Faktanya, mereka makan sambil browsing media sosial (67%) atau membaca-baca berita (59%) saat makan siang.

• Sebanyak 53% orang yang disurvei tidak memikirkan apa yang akan mereka makan untuk makan siang sampai mereka sadar kalau sudah lapar.

• Dua dari tiga generasi milenial melewatkan break makan siang agar lebih "maju" di tempat kerja. Namun, 60% milenial yang baru dipromosikan mengatakan bahwa mereka mengambil istirahat makan siang.

Baca Juga: Ketularan Pilek di Kantor, Ini Cara Menghilangkan Pilek dengan Cepat Tanpa Obat

Temuan ini tentu memprihatinkan, karena manfaat istirahat makan siang ternyata cukup besar:

Menjauh dari pekerjaan membantu menjaga konsentrasi
Istirahat makan siang sebenarnya dapat meningkatkan fokus dan energi terhadap tugas yang sedang kamu kerjakan. Penelitian pada 2011 membuktikan bahwa perhatian yang berkepanjangan pada satu tugas malah menghambat kinerja. Ada saja yang salah dengan laporan yang kamu buat. Jeda 30-60 menit yang kamu gunakan untuk melanjutkan pekerjaan sebenarnya memberi otak waktu untuk recharge. Dengan demikian, otak tidak kehilangan fokus dan kualitas pekerjaan kamu meningkat selama paruh kedua hari itu.

Makanan bisa jadi bahan bakar untuk otak
Budaya modern membuat kita sering memilih makanan cepat saji untuk sekadar mengisi perut. Padahal, memilih menu makanan yang seimbang sangat penting untuk tubuh dan pikiran.

Baca Juga: Bekerja Lebih dari 40 Jam Seminggu Dianggap Masih Kurang. Mau Tahu Efeknya ke Tubuh?

Anggap saja seperti ini: otak kita adalah satu organ besar dan makanan adalah bahan bakarnya. Untuk mencegah gangguan pasca-makan siang dan kabut otak yang tak terhindarkan, siapkan menu makanan yang kaya antioksidan dan nutrisi ketimbang gula dan lemak. Makanan cepat saji mungkin lebih praktis, tetapi menurut Harvard Business Review, resikonya kinerja kamu lebih lemah di sisa hari.

Istirahat makan siang = "me time"
Alasan terpenting untuk memprioritaskan istirahat makan siang adalah karena kamu pantas mendapatkannya. Apakah kamu mau olahraga ringan, terlelap sekejap, atau hanya untuk ganti suasana dengan pergi ke ruangan lain, sains telah membuktikan bahwa investasi pada diri sendiri setiap hari juga menjadi investasi pada pekerjaan di masa depan. Jadi, jangan ragu berhenti bekerja dulu untuk mendapatkan manfaat break makan siang!

Tags

Terkini