PejuangKantoran.com - Pada tahun 2006, penulis Rhonda Byrne meluncurkan buku berjudul The Secret. Buku ini berangkat dari keyakinan tentang hukum tarik-menarik, yang mengklaim bahwa pikiran dapat mengubah hidup seseorang secara langsung. Buku ini segera menjadi pedoman hidup bagi banyak orang, karena, banyak yang harapannya terkabul setelah menerapkan hukum tersebut. Lalu, apa yang dimaksud dengan manifestasi?
Ya, sekarang orang menggantikan hukum tarik-menarik dengan konsep manifestasi ini untuk meyakini bahwa apa yang ia lihat, pikirkan, dan rasakan, akan betul-betul terjadi. Manifestasi seolah menjadi harapan positif bahwa kita akan mengalami hal-hal baik seperti yang kita lihat pada orang lain. Arti manifestasi bagi Gen Z adalah berharap agar doa kita menjadi kenyataan.
Manifestasi dan hukum tarik-menarik sendiri sebenarnya konsep kuno yang berasal dari kitab suci Hindu dan Buddha. Tetapi, menjadi populer di kalangan milenial dan Gen Z karena sering dijadikan tagar di media sosial dan pelatihan-pelatihan pengembangan diri. Di TikTok, misalnya, tagar #Manifestasi sudah menghasilkan lebih dari 23 miliar views. Jadi, apa arti kata manifestasi?
Makna manifestasi
Sebagai kata kerja, memanifestasikan (manifesting) artinya "membuktikan atau memastikan dengan menunjukkan atau menampilkan." Dengan kata lain, memanifestasikan adalah tindakan atau praktik membawa sesuatu ke dalam hidup kita melalui keyakinan.
Menurut pelatih manifestasi yang populer di Tiktok, Candice Nikeia, manifestasi berasal dari rasa syukur. Buat dia, memanifestasi lebih dari sekadar menginginkan barang fisik —entah itu mobil baru, rumah, atau pekerjaan yang diinginkan— melainkan mengakui apa yang sudah kita miliki.
Baca Juga: Umur 30 tapi Belum Punya Tabungan? Ini Besar Tabungan yang Harus Dimiliki
“Kita benar-benar belajar bagaimana mencintai diri sendiri, menganggap diri kita sebagai orang yang kita inginkan, percaya pada diri sendiri, berjuang lebih dari yang dapat kita bayangkan,” kata Nikeia. “Percaya bahwa apa yang ada di luar sana untuk kita memang ada untuk kita; apa yang dimaksudkan untuk kamu memang dimaksudkan untuk kamu.”
Pemanifes yang lain punya pandangan yang sedikit berbeda. Kathleen Cameron, pemanifes kekayaan, mengatakan bahwa manifestasi lebih tentang pola pikir —seni menjadi versi baru dari diri kita yang belum kita jadikan, untuk menciptakan kehidupan yang belum kita alami.
Bisakah manifestasi dibuktikan?
Tidak ada bukti ilmiah bahwa manifestasi secara otomatis membuat mimpi menjadi kenyataan. Hukum tarik-menarik sendiri dianggap sebagai pseudosains, ilmu pengetahuan yang sulit diuji kebenarannya meskipun rumusannya terkesan masuk akal. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola pikir positif memiliki hasil yang sama positifnya.
Baca Juga: Semasa Gelar Pop-up Markets di Chillax Jakarta. Yang Kantornya Sekitaran Sudirman Kumpul, Yuk!
"Keajaiban" manifestasi yang sudah menjadi budaya populer juga belum sepenuhnya diyakini oleh para pelatih manifestasi. “Ini bukan seperti menarik sejumlah uang ke dalam hidup kita,” kata Cameron. "(Keajaiban) Itu asalnya dari tindakan yang kita lakukan berdasarkan energi yang kita miliki."
Dan, manifestasi, menurut Nikeia dan Cameron, harus dilakukan sepanjang waktu. Tetapi bukankah ini artinya kita perlu bertindak berdasarkan doa yang terus-menerus kita ucapkan agar harapan kita terkabul?