Lebih baik buat dulu daftar rencana dan laksanakan satu per satu dalam kurun waktu tertentu. Ketika satu hal sudah dapat dilaksanakan dengan konsisten, baru lanjutkan ke resolusi berikutnya.
Perubahan yang dilakukan secara terstruktur tentu kesempatan meraih pencapaian dengan hasil berkualitas akan lebih besar.
Baca Juga: Jadilah Pendengar yang Baik dan Tak Judgemental Kalau Teman Kamu Curhat Soal Kesehatan Mentalnya!
- Gunakan Uang Sebijaksana mungkin dan Mulai Investasi
Investasi jangka panjang harus masuk dalam daftar resolusi keuangan demi menjaga kestabilan finansial sepanjang tahun dan memiliki tujuan keuangan yang jelas pada akhir tahun atau tahun berikutnya. Untuk melancarkan resolusi investasi ini, perlu juga mengubah gaya hidup dari konsumtif menjadi sederhana.
Kemudian, mulai dari sekarang tata keuangan Anda dengan cara membiasakan mencatat pemasukan dan pengeluaran yang sudah dilakukan baik per hari atau per minggu lalu evaluasikan pada akhir bulan. Dari catatan yang dibuat akan memudahkan untuk mengevaluasi mana barang atau pengeluaran yang dirasa tidak perlu atau tidak mendesak untuk dibeli pada bulan berikutnya. Hal ini memungkinkan kamu punya dana lebih yang bisa dialokasikan untuk investasi jangka panjang.
Bagi Anda yang terbiasa menggunakan kartu kredit dan fitur pembayaran pay later, perlu juga melakukan evaluasi untuk mengurangi pengeluaran yang tidak penting, tidak menggunakan kartu kredit sebelum transaksi sebelumnya dilunaskan. Bila Anda menggunakan kartu kredit dengan skema cicilan, pastikan membayarnya tepat waktu.
Baca Juga: Jadilah Pendengar yang Baik dan Tak Judgemental Kalau Teman Kamu Curhat Soal Kesehatan Mentalnya!
- Antisipasi Kemungkinan Kegagalan
Kemungkinan resolusi berisiko gagal akan selalu ada. Terlebih di tahun 2023 ancaman isu resesi.
Oleh karena itu, sebaiknya lakukan antisipasi agar terhindar dari rasa khawatir yang berlebihan. Walaupun demikian kata Antonius, tanpa ancaman resesi pun hidup kita akan selalu penuh risiko sehingga sangat bijaksana jika kita melakukan antisipasi kerugian finansial dengan cara diversifikasi investasi, meningkatkan dana darurat agar tersedia dana jika diperlukan mendadak, dan melengkapi anggota keluarga dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan untuk menjaga likuiditas keuangan.