PejuangKantoran.com - Berapa kali teman kamu mengungkapkan kalau dia dalam masalah kesehatan mental yang berat?
Terkadang kalau seseorang mengungkapkan dia punya masalah kesehatan mental, banyak orang sering mengabaikannya atau cenderung bilang kalau dia berlebihan.
Padahal disadari atau tidak, dia hanya butuh sosok pendengar yang baik dan tak judgemental.
Setiap orang memiliki pemikiran, pengalaman, harapan, dan ketahanan yang berbeda dengan kamu. Coba pahami dari sudut pandang korban bagaimana dia memaknai masalah yang terjadi.
Baca Juga: Jangan Lupa Perhatikan Kesehatan Mental! Ini Ciri-ciri Orang Punya Masalah Mental
Maka untuk mendukung proses ini, jauhkan respons yang bersifat judgemental.
“Jauhi respons menghakimi, seperti kamu kurang bersyukur. Itu akan membuatnya merasa bersalah. Selain itu, kita bisa memberikan validasi emosinya. Contohnya dengan kata-kata seperti aku paham itu berat buat kamu,” kata Atika Dian Ariana S Psi M Sc pakar Psikolog Universitas Airlangga (Unair).
Selain itu, tunjukkan bahwa pendengar ini menyimak dengan beberapa cara misalnya dengan mengulang kembali apa yang sudah disampaikan sebelumnya. Berikan penekanan hingga menunjukkan bahwa kamu menyimak setiap ceritanya.
Cara ini akan membantu orang yang bercerita merasa lebih nyaman karena mendapat perhatian yang utuh dan tak terbagi ataupun merasa diremehkan.
Menjadi pendengar yang baik bukan berarti kamu tak bisa menyampaikan pendapat. Memberikan pendapat merupakan salah satu usaha membangun jembatan emosional yang bersangkutan. Sehingga sebisa mungkin kita menggunakan bahasa yang tidak menghakimi agar bisa diterima dan disesuaikan dengan posisi orang tersebut.
Baca Juga: Cara Atasi Burnout Karena Pekerjaan: Kurangi Ekspektasi
“Apabila yang curhat ini adalah teman dekat kita, gunakan bahasa yang biasa digunakan atau sesuai yang biasa dilakukan. Artinya tidak perlu menggunakan kata-kata yang menunjukkan bahwa kita lebih mengerti terhadap persoalan ini daripada dia.”
Selain itu kita juga perlu mengenal karakter orang-orang yang curhat. ketahui bahwa beberapa orang hanya menyampaikan unek uneknya saja. Sehingga kita tak harus menyampaikan pendapat atau solusi kita kecuali bila diminta.
Dalam memberikan pendapat yang terpenting adalah jangan memberikan harapan palsu. Terutama penggunaan kalimat “semua akan baik-baik saja” pada beberapa permasalah berat. Cobalah membuat pandangan yang objektif dari sudut pandangmu.
Artikel Terkait
Kementerian Agama Buka Lowongan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK), Cek Syarat di Sini
Liburan Juga Bisa Buat Renovasi Rumah, Ini Tipsnya Biar Gak Boncos Akhir Bulan
CPNS 2023: Lowongan dan Formasi CPNS 2023, Cek di Sini
Karyawan Disarankan WFH Karena Badai 28 Desember 2022, Beneran Badai?
Suka Main Game? Ini Game Terbaik Google Play Sepanjang 2022
Akhir Tahun Banyak yang Cuti, Awas Bikin Kamu Jadi Burnout!
Cara Atasi Burnout Karena Pekerjaan: Kurangi Ekspektasi