PejuangKantoran.com - Goldman Sachs berencana phk karyawan. Perusahaan ini berencana untuk memberhentikan sebanyak 3.200 karyawan minggu ini.
Informasi soal Goldman Sachs PHK karyawan ini diketahui dari seorang sumber dalam. Dia menyebutkan, phk ini terjadi lantaran Wall Street bersaing dengan ekonomi AS yang tidak pasti dan pasar yang bergejolak.
Usai Goldman Sachs PHK karyawan, sumber ini juga mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan melanjutkan perekrutan strategis.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini: Makin Naik Jadi Rp1 Juta Per Gram
Goldman Sachs menolak mengomentari masalah tersebut.
Selain itu, kelas analis baru Goldman yang berjumlah sekitar 3.000 orang akan dimulai akhir tahun ini.
Jumlah karyawan Goldman mencapai 49.100, menurut laporan pendapatan terbarunya.
Pendapatan perbankan investasi anjlok tahun ini di tengah perlambatan merger dan penawaran saham, perubahan dari blockbuster 2021 ketika para bankir menerima gaji besar dan perusahaan, seperti Goldman, meningkatkan perekrutan.
Baca Juga: Perppu Cipta Kerja Disebut Buat Libur 1 Satu Hari, Ini Jawaban Kemnaker
Bahkan "terhadap latar belakang ketidakpastian dan volatilitas di pasar, kami terus mengelola sumber daya kami dengan hati-hati dan tetap fokus pada manajemen risiko saat kami melayani klien kami," kata CEO David Solomon dalam laporan pendapatan kuartal ketiga perusahaan.
Selama konferensi di bulan Desember, Solomon mengindikasikan bahwa perusahaan telah berusaha untuk mengurangi pengeluaran karena perusahaan menghadapi hambatan.
"Kami terus melihat hambatan pada jalur pengeluaran kami, terutama dalam waktu dekat," kata Solomon di konferensi tersebut. "Kami telah menjalankan rencana mitigasi biaya tertentu, tetapi akan membutuhkan waktu untuk menyadari manfaatnya."
Baca Juga: Link Twibbon Lengkap Buat Imlek Tahun Kelinci Air dan Cara Membuatnya
Pada bulan yang sama, laporan mulai muncul bahwa perusahaan berencana untuk memangkas hingga 8 persen tenaga kerjanya. Selain itu, Solomon sedang mempertimbangkan untuk memangkas bonus setidaknya 40 persen.