Lanng juga menggunakan ChatGPT untuk menulis email, dan mengklaim bahwa hasilnya hampir tidak bisa dibedakan dari email tulisan tangan.
Dia bahkan menggunakan ChatGPT untuk beberapa pekerjaan akuntansinya, dan Tradeshift saat ini mempekerjakan kantor akuntan profesional untuk menangani keuangannya.
Tetapi, ada juga kritik yang mengatakan bahwa ChatGPT membuat banyak kesalahan, dan jelas tidak memiliki empati manusia. Misalnya, publikasi berita teknologi terpaksa melakukan beberapa koreksi besar pada artikel yang ditulis oleh ChatGPT.
Sekolah umum di New York City juga telah melarang penggunaannya oleh siswa dan guru. Namun, perangkat lunak atau program serupa akan segera menyapu dunia bisnis.
"Saya pikir teknologi ini bertindak sebagai 'co-pilot' untuk membantu orang melakukan lebih banyak hal dengan lebih sedikit (usaha)," terang CEO Microsoft Satya Nadella kepada hadirin di Forum Davos.
Maggiancalda mendukung pandangan serupa, karena dia berharap untuk mengintegrasikan AI generatif ke dalam kursus Coursera tahun ini.
Namun dia juga memprediksi peningkatan penggunaan AI generatif mungkin tidak sepenuhnya baik untuk masyarakat.
Misalnya, orang mungkin tidak gesit dalam berpikir seperti dulu, karena tindakan menulis membantu memproses ide-ide kompleks dan mengasah keterampilan.
Maggiancalda cenderung melihat perlunya bertindak cepat. Menurutnya siapa pun yang tidak menggunakan teknologi ini akan segera mengalami kerugian serius.
“Saya hanya mempertimbangkan dampak penggunaan alat ini pada kemampuan kognitif saya. Saya jauh lebih efisien dan produktif daripada sebelumnya,” tegasnya.