news

Erick Thohir Dorong Ekosistem Digital Ekonomi yang Berpihak pada Indonesia

Selasa, 14 Februari 2023 | 22:39 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir didampingi CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono dalam peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP) di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (14/2/2023). (Tim Bisnis Promedia)

PejuangKantoran.com - Selasa, 14 Februari 2023, menjadi hari istimewa bagi Promedia Teknologi Indonesia. Hari ini dilakukan peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP) di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat.

Menteri BUMN Erick Thohir, yang turut hadir dalam acara peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP), mengajak para pelaku media untuk memperbaiki ekosistem di industri media agar lebih sehat dan berkelanjutan.

“Salah satu indikasi kesehatan ekosistem media adalah besarnya aliran keuntungan yang mengarah ke pelaku industri di dalam negeri,” kata Erick, di sela-sela diskusi di acara peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP).

Baca Juga: Sandiaga Uno Sambut Baik Pembentukan JPP: Terima kasih, Dukungan Teman-Teman Media

Sayangnya, tambah Erick, keuntungan terbesar di industri media saat ini masih direbut oleh para pemilik platform asing.

Beberapa tahun belakangan, Indonesia sedang gencar membangun ekosistem pada sebuah industri. Erick berharap ekosistem digital ekonomi dilindungi dengan payung hukum yang jelas, dan berpihak kepada Indonesia.

Di negara lain, pemilik platform digital yang dianggap tidak berpihak kepada ekosistem nasionalnya akan diberikan ulasan oleh negara yang bersangkutan. Contohnya Amerika Serikat, yang memberikan review kepada Tik Tok.

Indonesia, seharusnya memiliki keberanian yang sama untuk memberikan ulasan semacam itu.

Baca Juga: Walaupun Sangat Menghormati Sundar Pichai, Satya Nadella Yakin Microsoft Bisa Mengalahkan Google

"Kenapa kita tidak bisa? Mau sampai kapan sebagai bangsa besar market kita digerogoti oleh bangsa asing terus?" ujarnya.

Agar tercipta lapangan kerja seluas-luasnya di negara kita, keberadaan platform asing harus diatur agar mau masuk sebagai bagian dari ekosistem digital Indonesia, demikian pendapat Erick.

"(Di industri media), yang belum kita sadari, ekosistem iklannya sendiri tidak di sini (Indonesia). Sebanyak 80 persen iklan digital itu ada di Facebook, Google, dan Tik Tok. Kita selalu dilema, dan terjebak dengan ekosistem yang dibuat orang lain. Kita tidak punya ekosistem sendiri," kilah Erick.

Kalau industri media berhasil menjalankan ekosistemnya, diharapkan industri lain pun dapat meraih kesuksesan yang sama.

Salah satu industri yang diharapkan bisa mencapai kejayaan tersebut adalah industri games lokal, yang menurut Erick kondisinya sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga: Promedia Teknologi Gelar Talkshow Jurnalis Jadi Pengusaha Media di Era Digital

Halaman:

Tags

Terkini