news

Anak-anak Terbaring di Reruntuhan di Sisi Jenazah Orangtua Mereka Selama Berhari-hari di Turki

Rabu, 15 Februari 2023 | 17:10 WIB
Ilustrasi: Anak-anak terpaksa terbaring di reruntuhan, di sisi jenazah orangtua mereka usai gempa di Turki. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Gempa yang terjadi di wilayah Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) lalu tidak hanya menimbulkan trauma bagi para korban selamat, tetapi juga mempengaruhi warga Turki yang merantau di negara-negara lain.

Salah satunya Duygu Celik dan suaminya, Ilhan Kekec, pemilik Derwish Turkish Meze & BBQ Restaurant di St Albans Road, Watford, Inggris.

Pasangan yang berasal dari Turki ini memutuskan untuk mengatur sumbangan pakaian dan popok, melalui restoran mereka, untuk dikirim ke negara asal mereka itu.

Baca Juga: Penjarah di Wilayah Gempa Turki Ditangkap dan Dipukuli Setelah Merampok Properti yang Dilanda Gempa

Tidak ada keluarga Duygu dan Ilhan yang kehilangan nyawa dalam bencana tersebut, namun dampaknya terhadap mereka dan orang lain masih begitu kuat.

“Kami telah diberitahu bahwa masih ada gempa bumi kecil yang terjadi, yang membuat trauma bagi semua orang, terutama anak-anak,” kata Celik.

Celik berbagi cerita bagaimana anak-anak terbaring di reruntuhan gedung selama berhari-hari, di samping jenazah orangtua mereka setelah gempa bumi di Turki. Tidak ada yang bisa mereka lakukan kecuali menunggu pertolongan datang.

"Kami mendengar bahwa anak-anak itu sudah diselamatkan dari puing-puing, tetapi mereka telah terbaring di sana selama dua sampai tiga hari di samping orang tua mereka yang telah meninggal," lanjutnya, pilu.

Sementara itu, bibi Kekec yang tinggal di kota Maras bersama empat anaknya yang masih kecil, seluruh rumahnya hancur akibat gempa.

Baca Juga: Ini Penyebab Celaka yang Biasanya Terjadi Saat Gempa

“Setelah itu dia tidur di luar bersama anak-anaknya selama lima hari. Semua jalan ditutup dan tidak ada keluarga kami yang bisa mencapainya lebih cepat,” sambung Celik.

Walaupun secara fisik anggota keluarga mereka semua aman dan hidup, trauma emosional masih terjadi.

"Bibi kami benar-benar mati rasa, sangat terkejut dan tidak bisa menjelaskan apa pun," kata Celik terbata-bata.

Sampai sekarang, pasangan yang tinggal di London Utara dengan dua anak mereka ini telah membawa delapan mobil van berisi sumbangan untuk organisasi di London Utara yang mengirimkan ke Turki.

“Kami pikir tidak mungkin terbang ke sana ketika yang benar-benar mereka butuhkan sekarang adalah dokter dan perawat. Jadi menurut kami, mari kita lakukan yang terbaik yang kita bisa di sini,” tegas Celik.

Halaman:

Tags

Terkini