PejuangKantoran.com – “Kalau diterima bekerja di sini, saya ingin nanti bisa 'WFA' tiga kali seminggu,” tuntut seorang pelamar kerja di akhir sesi wawancara.
Orang awam yang mendengarnya mungkin akan berpikir bahwa pelamar muda ini songong banget. Atas dasar apa dia menuntut perusahaan untuk mengizinkan dia work from home atau work from anywhere? Bukannya karyawan lah yang harus mengikuti peraturan di perusahaan? Sebagian yang lain lantas menerka-nerka, generasi apa yang lebih suka work from home?
Bekerja dari rumah atau work from home (WFH), memang menjadi kebutuhan selama awal pandemi. Saat kita beralih ke norma paska-pandemi, semakin banyak perusahaan yang menyesuaikan kebijakan bekerja dari rumah untuk menjawab ekspektasi baru ini. Setidaknya, menerapkan sistem hybrid atau menggabungkan WFH dan WFO (work from office) dalam seminggu.
Baca Juga: Gampang Banget, Ini Cara Beli E-Materai Buat Melamar Kerja
Awal tahun ini, Forbes melaporkan bahwa sistem WFH akan tetap ada dan bahkan akan meningkat pada 2023. Laporan tersebut mengutip data dari para peneliti Ladders yang memproyeksikan 25% dari semua pekerjaan profesional akan dilakukan dari jarak jauh pada akhir 2022.
Sebenarnya bukan Generasi Z yang kerap menuntut work from home. Survei dari GOBankingRates menemukan, hanya kurang dari 29% dari Gen Z (lahir dari 1997-2012) yang menyatakan lebih suka bekerja dari rumah. Artinya, mereka memiliki persentase terendah yang memilih opsi tersebut. Meskipun begitu, Gen Z tidak menghindari work from home.
Generasi Baby Boomer dan Gen X yang lebih tua memiliki persentase tertinggi dari generasi yang tidak ingin bekerja dari jarak jauh (37%). Artinya, mereka generasi yang paling ingin kembali ke kantor.
Baca Juga: Awas, Jangan Terperdaya Bahasa Tubuh Manipulator yang Bakal Merugikan Kamu
Meskipun tidak semua Gen Z ingin bekerja jarak jauh, 27% dari mereka menganggap bekerja dari rumah sebagai kebutuhan mutlak; lebih dari generasi lainnya. Dan di antara semua generasi, 24% merasakan hal yang sama.
Perlu diingat bahwa Gen Z adalah generasi muda, di mana yang termuda masih duduk di bangku sekolah menengah. Mayoritas “zoomer” belum memasuki dunia kerja, apalagi menentukan preferensi WFH atau WFO. Sementara itu, para milenial memiliki banyak waktu. Menurut survei, Generasi Milenial lah yang paling suka bekerja dari rumah, diikuti oleh Baby Boomer dan Gen X.
Sebanyak 42% orang berusia 25 - 34 tahun lebih suka work from home, yang sebenarnya tidak mencakup seluruh Generasi Milenial. Sebanyak 29% dari mereka yang berusia 35 - 44 tahun memilih preferensi ini, termasuk milenial yang lebih tua dan beberapa Generasi X muda. Anehnya, ada sedikit dari Baby Boomer yang tertarik untuk WFH daripada Gen X, terbukti 34% dari mereka yang berusia 65 tahun ke atas lebih memilih bekerja dari rumah.
Jadi terjawab ya, generasi apa yang lebih suka work from home. Kalau bekerja dari rumah merupakan pilihan kamu, lebih baik tanyakan tentang kebijakan bekerja jarak jauh saat kamu wawancara kerja.
Artikel Terkait
Survei: 59 Persen Pejuang Kantoran Tak Berani Resign Kerja Sebelum Dapat Kerjaan Baru
Jangan Kelamaan Mikir, Ini Tanda Kamu Sudah Waktunya Resign!
Benarkah Buka-bukaan Soal Gaji Lebih Menguntungkan buat Karyawan?
Mulai Sekarang, Ikuti Tips agar Mudah Bangun Pagi dan Nggak Telat Lagi!
Awas, Jangan Terperdaya Bahasa Tubuh Manipulator yang Bakal Merugikan Kamu