PejuangKantoran.com - Aturan 100ml tentang benda cair yang boleh dibawa dengan tas tangan saat menumpang pesawat rasanya memang masuk akal. Namun pelaksanaannya sungguh tidak mudah dan merepotkan. Menuang sabun, sampo, atau body lotion ke dalam botol 100ml mungkin tidak begitu sulit. Tetapi kamu mungkin tidak rela jika harus memindahkan serum, krim wajah, atau sunscreen kamu yang mahal ke dalam botol kecil.
Nah, kalau kamu sudah bosan karena setiap kali dihadapkan pada masalah yang sama, sekarang kamu boleh sedikit lega. Menurut BBC, sebuah sumber mengungkapkan bahwa pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan untuk menggunakan pemindai yang lebih canggih untuk keamanan bandara. Ada kemungkinan, aturan membawa benda cair maksimal sebanyak 100ml tidak akan berlaku lagi. Katanya sih, perubahan tersebut dapat dilakukan mulai pertengahan 2024.
Baca Juga: Huawei MatePad SE, Praktis dan Fungsional untuk 'Work from Anywhere'
Pemindai 3D baru ini telah diuji oba di beberapa bandara, termasuk Bandara Heathrow London, dan mampu mengidentifikasi benda asing dengan lebih jelas. Hanya saja, butuh waktu hampir dua tahun untuk memasangnya di semua bandara di seluruh dunia.
Aturan 100ml tentang benda cair yang boleh dibawa dengan tas tangan ini mulai berlaku di semua bandara pada tahun 2006. Cairan di atas jumlah tersebut tidak diperbolehkan dibawa ke dalam tas jinjing. Sementara itu, minuman botolan sama sekali tidak diperbolehkan masuk ke dalam hand luggage.
Kepala eksekutif perusahaan, John Holland-Kaye, mengatakan kepada surat kabar The Times, "Kami perlahan-lahan saja meluncurkannya. Kami baru saja memulai perluasan area keamanan di Terminal 3 (Heathrow) yang akan memiliki lebih banyak CT pemindai dan memiliki tenggat waktu pertengahan 2024 (dari Departemen Transportasi). Pada saat itulah, penumpang bisa membawa benda cair ke dalam tas."
Baca Juga: Langkah Awal Melakukan Career Switch Jadi Data Analyst, Pekerjaan dengan Gaji Tinggi
Kabar tersebut akan menjadi nilai tambah bagi industri travel yang sedang berjuang sejak pandemi. Musim panas lalu, banyak bandara yang kekurangan staf akibat serangan Covid. Akibatnya para wisatawan terpukul akibat pembatalan penerbangan dan kehilangan bagasi.
Peraturan baru lainnya akan pelancong Inggris membayar lebih mahal tahun depan, karena mereka akan dikenakan biaya untuk bepergian ke 26 negara Eropa, padahal sebelumnya gratis. Perubahan aturan masuk wilayah Schengen akan mengharuskan wisatawan non-UE untuk mendapatkan visa European Travel Information and Authorisation System (ETIAS). Visa ini mulai berlaku tahun depan, tetapi biayanya hanya 7 euro (sekitar Rp114.000) per orang kok.
Artikel Terkait
Haruskah Memberitahu Si Bos Kalau Kamu Mau Interview Kerja di Tempat Lain?
Chillax Sudirman: Tempat Hangout Baru Di Sudirman untuk Makan, Kerja, dan Olahraga
Seharian Kena Polusi Udara di Jalanan, Ini Makanan Sehat Biar Kamu Enggak Cepat Tua!
Tips Agar Business Trip Kamu Selalu Lancar dan Nggak Bikin Stres
6 Tips Rencanakan Liburan Akhir Tahun yang Tak Bikin Bangkrut