Sebenarnya berkomunikasi lewat email bukan jaminan lowongan kerja itu sungguhan. Sebelumnya cek dulu dengan benar, misalnya isi email, alamat email, sampai syarat-syaratnya.
4. Tanya detail data personal
Perekrut pekerjaan nyata hanya tertarik pada hal-hal di resume kamu: pekerjaan dan latar belakang pendidikan, keahlian, dan informasi pribadi dasar kamu. Waspadalah terhadap iklan pekerjaan atau tawaran pekerjaan yang membutuhkan detail pribadi yang tidak nyaman kamu bagikan.
Baca Juga: Ditinggalkan Karyawan Andalan Pas Lagi Sayang-sayangnya, Atasan Harus Bagaimana?
5. Minta uang
Oknum lowongan pekerjaan palsu dapat mengambil jumlah uang yang banyak dari para pencari kerja. Mereka meyakinkan korban untuk mengeluarkan uang sebagai bagian dari pekerjaan, dengan janji mendapatkan jumlah yang lebih besar di kemudian hari. Jika kamu harus membayar untuk melamar pekerjaan, kemungkinan besar lowongan itu palsu.
Artikel Terkait
5 Akun Influencer Kocak dan Relate Banget Sama Drama Pejuang Kantoran, Jangan Diskip!
Begini Cara Membeli Sukuk Tabungan ST009, Kesempatan Terakhir 28 November 2022!
Perusahaan Mengeluhkan Lulusan Sekolah dan Kampus yang Belum Penuhi Standar Industri
Faktor Psikologis di Balik Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan
Lowongan Kementerian 2022: Kemenkes Buka Lowongan 60 Jabatan Direksi RS di Indonesia
Hari Anti Kekerasan Perempuan : Waspada Pelecehan Seksual dan Kekerasan di Dunia Kerja