PejuangKantoran.com - Saat ini sedang terjadi pergeseran minat di kalangan Gen Z mengenai perusahaan yang ideal sebagai tempat bekerja. Munculnya startup-startup teknologi membuat Gen Z tidak lagi berminat untuk bergabung dengan perusahaan konvensional, dan condong beralih ke perusahaan-perusahaan rintisan tersebut. Hal ini sempat menyebabkan perusahaan konvensional sulit merekrut karyawan baru dari kalangan Gen Z. PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), misalnya, harus mengupayakan berbagai cara untuk “merebut hati” mereka.
“Untuk menyiasati hal tersebut BCA mulai melakukan pendekatan melalui jalur media sosial dan berkunjung ke kampus-kampus agar perusahaan bisa bertatap muka langsung dengan Gen Z,” ungkap Executive Vice President Human Capital Management Division PT BCA Rudi Lim.
Baca Juga: Startup Teknologi Menjadi Kiblat Dunia Kerja, Gen Z Jadi Ogah Bekerja di Bank
Porsi karyawan Gen Y dan Gen Z yang bekerja di BCA saat ini memang sudah mencapai 60 persen. Namun upaya pendekatan tersebut perlu dilakukan mengingat Gen X sebentar lagi akan pensiun, sedangkan posisi penggantinya tidak ada.
Atasan harus mengayomi
Meskipun cukup banyak karyawan Gen Z yang sudah bergabung di BCA, menurut Rudi masalahnya tak selesai sampai di situ. Bank swasta ini masih melakukan akselerasi demi mempersiapkan karyawan Gen Z siap menggantikan posisi Gen X dan Gen Y di perusahaan. Rudi memaparkan bagaimana Gen Z yang dikenal dengan sebutan Generasi “Strawberry” (istilah yang digunakan Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya, Strawberry Generation) masih perlu didampingi.
Di satu sisi, Gen Z terlihat sangat kreatif dan penuh dengan ide-ide segar. Di sisi lain, generasi ini kerap dianggap mudah menyerah dan mencari alternatif lain. “Dari sisi tampilan luar, Gen Z terlihat percaya diri dan cuek. Di sisi lain, mereka mendambakan atasan yang bisa mengayomi dan berkomunikasi dengan mereka,” kata Rudi dalam acara HR Talk 2022 bertema "A Framework for Leveraging the Uniqueness of the Generation Z di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Gen Z Rela Diberi Tugas dan Posisi Rangkap Demi Imbalan Lebih dan Kenaikan Karier
Sebagai generasi yang lahir dan dibesarkan di tengah gempuran media sosial dan pesatnya teknologi, mereka justru merasa terisolasi. Situasi pandemi juga membuat mereka semakin kesepian. Setelah ditambah badai PHK beberapa tahun belakangan dan dibayangi ancaman resesi tahun depan, Gen Z membutuhkan dukungan perusahaan sepenuhnya agar dapat berkontribusi secara optimal.
Dalam kesempatan yang sama, HR Manager PT Global Urban Esensial & HR Operations Manager, Dexa Medica (Member Dexa Group) Friska Finalia Sitohang mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi pegangan bagi perusahaan sebelum merekrut Gen Z, yaitu communication style (cara berkomunikasi), understanding work life balance (mengerti pembagian pekerjaan dan kehidupan pribadi), serta accountable freedom (kebebasan yang bisa dipertanggungjawabkan).
“Perusahaan harus berada di tengah-tengah dan tahu apa yang menjadi kebutuhan mereka. Harus ada honesty, trust, dan emotional bonding yang dibangun sejak pertama mereka masuk ke perusahaan dengan Gen X dan Gen Y,” pungkasnya.
Artikel Terkait
5 Alasan Mengapa Kamu Tidak Dipromosikan untuk Jabatan yang Lebih Tinggi
Atasi Penyebab Rambut Lepek Supaya Pakai Helm Saat Naik Motor Nggak Masalah Lagi!
Lowongan Signing Editor di Platform Menulis Novel Digital di ByteDance
'Berdamai' dengan Resesi Ekonomi? Ini Caranya Buat Kamu Biar Tetap Bisa Ngopi di Kantor
6 Tanda Rekan Kerja Naksir Kamu! Cek di Sini Biar Nggak Ke-Geer-an