Admin dan HR, Posisi Pekerjaan yang Paling Banyak Diberhentikan Saat Badai PHK

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 7 Desember 2022 | 18:12 WIB
Ilustrasi: Berdasarkan data JobStreet di Indonesia, posisi pekerjaan yang paling banyak diberhentikan adalah Admin dan HR. (Freepik/Rawpixel-com)
Ilustrasi: Berdasarkan data JobStreet di Indonesia, posisi pekerjaan yang paling banyak diberhentikan adalah Admin dan HR. (Freepik/Rawpixel-com)

PejuangKantoran.com - Badai PHK masih terus melanda Indonesia. Banyak sekali perusahaan yang memberhentikan karyawan mereka sepanjang tahun 2022. Sebagian besar adalah perusahaan-perusahaan teknologi, yang populer dengan istilah “Tech Winter”. Sepertinya keren, tapi istilah ini menggambarkan kondisi perusahaan startup yang tumbang begitu saja. Dari ribuan karyawan yang di-laid off, posisi pekerjaan apa yang paling banyak diberhentikan?

Berdasarkan data internal JobStreet di Indonesia (JobStreet 2022-2023 Outlook - Hiring, Compensation & Benefits), posisi pekerjaan yang paling banyak diberhentikan adalah Admin dan HR (16%); Transportasi dan Logistik (14%); Sales dan Business Development (11%); Marketing dan Branding (10%); dan posisi profesional lainnya (10%). Angka rata-rata pemberhentian adalah 13,1 karyawan per perusahaan.

Meskipun begitu, temuan Jobstreet menunjukkan saat ini tingkat perekrutan karyawan telah membaik dan kembali ke angka sebelum pandemi. Sebanyak 50% perusahaan besar telah melakukan rencana perekrutan kembali ke level pra-pandemi, sedangkan 28% perusahaan menyatakan perekrutan akan pulih dalam 9 bulan ke depan.

Baca Juga: JobStreet Virtual Career Fair Kembali Hadir. Lamaran Kerja Langsung Diproses!

Ada pun fungsi pekerjaan tetap teratas yang diterima bekerja adalah Admin & HR (24%), Accounting (20%), Sales/Business Development (19%), Marketing/Branding (18%), dan Information Technology (17%).

Kriteria teratas saat memberikan pekerjaan kepada pencari kerja adalah pengalaman kerja yang relevan (63%), kualifikasi (48%), hasil penilaian rekrutmen (33%), hasil interview (28%), dan ekspektasi gaji (28%).

Untuk membantu para profesional yang telah kehilangan pekerjaan bisa menemukan pekerjaan baru, Jobstreet mengadakan Virtual Career Fair pada 8-10 Desember 2022.

Sebagai platform pengembangan karier, JobStreet tidak sekadar menyediakan lowongan pekerjaan. Selain kegiatan Virtual Career Fair, JobStreet juga menawarkan program seekMAX bagi pejuang kantoran yang ingin meningkatkan keterampilan; Ad Budget bagi perusahaan yang menginginkan fleksibilitas iklan lowongan pekerjaan, SeekTalks untuk memberikan wawasan terbaru seputar industri, serta berbagai laporan khusus berisi data terkini seputar pasar tenaga kerja.

Baca Juga: Festival ReadyToWork, Tempat buat Nambah Ilmu, Berburu Kerja, dan Berjejaring

“Melalui berbagai kegiatan ini, kami berharap bisa memenuhi tujuan untuk membantu masyarakat menjalani karier yang lebih baik dan produktif, serta membantu perusahaan untuk mencapai kesuksesan dengan tenaga kerja yang produktif,” tutur Yamin Chen, Head of Business Development - Indonesia, JobStreet.

Kamu yang masih lulusan baru (fresh graduate) juga jangan takut bersaing dengan mereka yang sudah berpengalaman. Saat ini banyak perusahaan juga membuka lowongan pekerjaan untuk lulusan baru.

Data JobStreet menunjukkan, 64% perusahaan telah mempekerjakan lulusan baru selama 12 bulan terakhir, dan 27% perusahaan bahkan merekrut tenaga magang. Sebanyak 8 dari 10 perusahaan besar telah mempekerjakan lulusan baru, dan lebih dari separuh perusahaan besar itu mempekerjakan tenaga magang.

Untuk lulusan baru, kriteria yang jadi bahan pertimbangan adalah hasil interview, hasil tes dan penilaian, serta attitude selama interview.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Jobstreet

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X