WFH Bisa Menghemat Rata-rata 72 Menit Waktu Perjalanan ke Kantor dalam Sehari

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 1 Februari 2023 | 11:42 WIB
Ilustrasi: WFH bisa menghemat waktu perjalanan rata-rata 72 menit sehari. (Unsplash/Critian Tarzi)
Ilustrasi: WFH bisa menghemat waktu perjalanan rata-rata 72 menit sehari. (Unsplash/Critian Tarzi)

PejuangKantoran.com - Meskipun bekerja dari rumah dulunya hanya menjadi pilihan bagi sebagian kecil pekerja, hal itu berubah setelah terjadi gelombang pandemi COVID-19.

Para pemberi kerja mau tak mau mengizinkan karyawan work from home (WFH) karena alasan kesehatan, keselamatan, dan adanya peraturan dari pemerintah.

Setelah kasus Covid melandai dan pekerja diharuskan untuk kembali ke kantor, ternyata semakin banyak orang yang lebih menginginkan WFH. WFH bisa menghemat waktu perjalanan, dan ini sudah dibuktikan oleh riset.

Baca Juga: Ramai Petisi Kembalikan WFH, Kebijakan Sistem Hybrid Kurang Membantu?

Salah satunya, WFH bisa menghemat rata-rata 72 menit waktu perjalanan ke kantor dalam sehari. Waktu yang dihemat ini mereka gunakan untuk pekerjaan, rekreasi, atau pengasuhan anak, seperti mengantar anak ke sekolah.

Angka ini berasal dari studi yang belum lama ini dirilis oleh National Bureau of Economic Research. Riset ini juga menemukan beberapa variasi yang cukup signifikan dalam jumlah waktu yang dihemat dari negara-demi-negara.

AS berada di urutan paling bawah, dengan waktu yang dihemat rata-rata 55 menit per hari, mirip dengan Polandia, di mana pekerja menghemat sekitar 54 menit. Sedangkan pekerja di Serbia melakukan penghematan terkecil: 51 menit.

Baca Juga: Survei: 39 Persen Karyawan Bercinta di Jam Kerja Saat WFH!

Kemudian Belanda mampu menghemat sekitar 77 menit per hari, Rusia (73 menit), dan Austria (71). Sementara itu, penghemat waktu terbesar termasuk Cina, dengan 102 menit per hari, Jepang (100), dan India (99).

Survei tersebut juga menguraikan bagaimana orang menggunakan waktu ekstra itu. Paling sering, yaitu 40% responden, melakukan lebih banyak pekerjaan -baik untuk pekerjaan utama mereka atau pekerjaan sampingan.

Malaysia, Singapura, dan Taiwan cenderung menggunakan selisih waktu tersebut untuk bekerja, masing-masing mencurahkan 53% waktu luangnya untuk bekerja lebih banyak. AS masih agak tinggi, yaitu 42%, tetapi tergolong cukup rendah dari ketiga negara Asia ini.

Riset ini diinisiasi oleh tim ekonom dari Eropa, Meksiko, dan AS —termasuk Nicholas Bloom dari Universitas Stanford. Mereka menghitung waktu perjalanan harian berdasarkan survei pekerja di 27 negara dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga: Sri Mulyani Kaget Anak Muda Lebih Suka Kerja dari Rumah, Ini 7 Keuntungan WFH?

Saat memperhitungkan mereka yang tidak pernah bekerja dari rumah dalam jangka waktu tersebut, para ekonom memperkirakan bahwa WFH bisa menghemat sekitar dua jam waktu perjalanan setiap karyawan, per minggu.

“Para komuter sangat tidak menyukai waktu perjalanan yang tidak dapat diprediksi, dan pengemudi mobil sangat tidak menyukai kondisi jalan yang macet,” kata para ekonom.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Money Web

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X