Sandiaga Uno Sambut Baik Pembentukan JPP: Terima kasih, Dukungan Teman-Teman Media

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 14 Februari 2023 | 20:11 WIB
Promedia Teknologi Indonesia meresmikan Jaringan Pemred Promedia (JPP) pada hari ini, Selasa 14 Februari 2023 di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat (Promedia)
Promedia Teknologi Indonesia meresmikan Jaringan Pemred Promedia (JPP) pada hari ini, Selasa 14 Februari 2023 di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat (Promedia)

Lebih lanjut, Sandiaga Uno juga mengingatkan soal sisi negatif dari media terhadap pariwisata nasional. Dia memberi contoh, tahun lalu, pemerintah menargetkan 50 juta pergerakan wisatawan. Namun angka tersebut tidak tercapai.

Baca Juga: Asal Usul Hari Valentine, Kisah tentang Santo Pelindung yang Kemudian Malah Dikomersialkan

“Setelah kita analisis, ternyata banyak yang membatalkan wisatanya setelah melihat berita cuaca ekstrem. Karena berita itu diberitakan seolah-olah cuaca ekstrem terjadi di seluruh Indonesia, padahal hanya di wilayah-wilayah tertentu saja, akhirnya mereka membatalkan kunjungan,” terang Sandiaga Uno.

Dari situ, Sandiaga pun berharap media-media di Indonesia bisa membangun narasi yang tepat jika menyangkut pariwisata Indonesia.

“Bangun narasi yang tepat, apalagi menyangkut pergerakan. Karena setiap pergerakan, ini hasilnya adalah geliat ekonomi,” ujarnya lagi.

Lebih jauh, Sandiaga Uno menjelaskan bahwa pada tahun lalu ada sekitar 1,1 juta lapangan kerja baru tercipta di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Dengan dukungan media, saya yakin 2024, target kita 4,4 juta lapangan kerja baru bisa tercipta,” pungkasnya.

“Mereka mengeluh pemberitaan media tentang Gunung Agung meletus. Jadi gunung itu meletus, tapi empat bulan kemudian sudah agak reda. Tapi tentu saja, turis-turis dari Jepang, Korea, China tidak berani ke Bali karena ketika mereka search di Google, yang keluar adalah gambar-gambar seram dari Bali ketika Gunung Agung meletus empat bulan yang lalu,” urainya.

Baca Juga: Berapa Idealnya Panjang Resume Supaya Tidak Langsung Terhapus oleh Sistem Tracking Otomatis?

“Jadi kita masuk ke dalam ekosistem global di mana informasi, disinformasi bisa merugikan kita. Poin saya adalah, kebebasan pers, kebebasan media hari ini tidak bisa dilepaskan dari isu nationality,” sambungnya.

Dia lebih lanjut mengatakan, good content dan good journalism harus jadi mandat utama bagi media. Agus pun kembali menegaskan soal pentingnya sense of nationality bagi media dalam membangun narasi pemberitaaan.

“Kemudian juga yang ada sense of nationality-nya itu harus muncul, baik terkait isu pariwisata nasional, minyak sawit, dan lain-lain. Kita harus kritis terhadap pemerintah, iya. Tapi kita juga harus memperhatikan kepentingan nasional kita, terkait dengan Papua, pariwisata, dan lainnya,” katanya lagi.  

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X