Sebaiknya, mereka pun mengetahui rencana dan kondisi keuangan keluarga sehingga bisa sama-sama menentukan kebutuhan apa saja yang harus tetap dipenuhi, dan yang masih bisa ditunda."
"Berapa kewajiban utang yang dimiliki serta adakah rencana untuk mengembangkan aset keluarga. Dengan demikian, anggota keluarga dapat turut andil dan merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan aset keluarga,” imbau Fandi.
2. Kelola utang dengan cermat
Manajemen utang yang cerdas adalah kunci mencapai tujuan finansial keluarga. Hindari utang konsumtif dengan jumlah besar melebihi toleransi utang yang disarankan (utang konsumtif maksimal 15% dari total income) karena akan menambah beban finansial dan beban pikiran.
“Sebaiknya jika mendapat uang tunai dari bonus, THR, atau penghasilan dari pekerjaan tambahan, manfaatkan untuk bisa mempercepat pelunasan utang."
"Dengan mengurangi beban utang secara perlahan maka Anda dan keluarga dapat leluasa dalam melakukan perencanaan keuangan terutama memiliki polis asuransi karena asuransi adalah fondasi dari konsep perencanaan keuangan untuk terhindar dari risiko kerugian finansial yang besar,” ucap Fandi.
3. Persiapkan dana pendidikan
Merencanakan dana pendidikan sangat diperlukan karena biaya pendidikan terus mengalami peningkatan inflasi setiap tahunnya.
Risiko hidup orang tua juga meningkat seiring pertambahan usia yang dapat berpengaruh terhadap rencana pendidikan anak.
Baca Juga: Bima Sakti Tukiman, Si Jago Tendangan Bebas, Kini Pelatih Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17
Sangat penting bagi orang tua mempersiapkan rencana pendidikan buah hati sampai jenjang perguruan tinggi.
Fandi menyarankan untuk mengalokasikan dana pendidikan pada instrumen finansial yang tetap terjaga sampai jenjang pendidikan anak selesai meskipun terjadi risiko yang tidak diinginkan pada orangtua. Baik risiko sakit ataupun meninggal dunia.
Untuk itu, saat memutuskan untuk mengambil asuransi pendidikan, sangat penting untuk memahami manfaat yang ditawarkan dan juga memperkirakan jumlah dana pendidikan yang akan dibutuhkan sehingga bisa terencana dengan baik.
4. Perlindungan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa
Perlindungan kesehatan dan jiwa harus menjadi bagian dalam perencanaan keuangan untuk melindungi kondisi finansial keluarga dari risiko yang dapat terjadi kapan saja, seperti sakit kritis atau meninggal dunia yang memerlukan biaya dalam jumlah besar.
Artikel Terkait
Gen Z, Ini Dua Resep yang Bisa Bikin Bisnis Kuliner Jadi Sukses
4 Tips Bijak Kelola Keuangan Saat Pakai Kredit Digital Biar Nggak Boncos
Bekerja Keras Sebelum Menikah, Atiqah Hasiholan Bersyukur Sekarang Waktunya untuk Keluarga
YouTuber Tetap Harus Membayar Pajak Penghasilan, tapi Bagaimana Skema Pajak yang Berlaku?
SBN ORI024 Masih Bisa Dipesan Sampai 2 November 2023, Kumpul Sini buat yang Mau!
4 Langkah Membeli Produk Investasi SBN Ritel ORI024, Gampang dan Cepat Prosesnya!
Gen Z Belum Cocok di Bisnis Perdagangan Berjangka, Tetap Tak Boleh Rakus dalam Berinvestasi
Tips Hidup Bebas Jerat Pinjol dan Bisa Frugal Living
Sukuk Tabungan Seri ST011 Dibuka November 2023 Ini! Cocok buat Kamu yang Ingin Investasi Syariah
Cara Memesan Sukuk Tabungan ST011, Mau yang Keuntungan 6,30 Persen atau 6,50 Persen Per Tahun?