Baca Juga: Tawaran PHK Karyawan Nestlé Katanya Sudah Diterima, Kenapa Masih Ada Aksi Demonstrasi?
Oleh karena itu, BSSN telah menganjurkan untuk meningkatkan teknologi keamanan di sektor keuangan demi mencegah kerugian yang semakin besar.
Berikut lima ancaman keamanan transaksi digital yang perlu menjadi perhatian oleh pelaku bisnis dan operator seluler:
● Artificially Inflated Traffic: Penipuan dengan merekayasa traffic menggunakan bot ke sebuah situs yang dapat meningkatkan biaya iklan dan menguntungkan penipu.
● Flubot: Modus pengiriman tautan yang mengarahkan pengguna ke situs palsu untuk mengunduh aplikasi atau software update yang khususnya dapat mengancam ponsel Android dengan malware
● Smishing: Phishing melalui SMS, atau smishing adalah di mana penipu menargetkan konsumen untuk memberikan data sensitifnya untuk disalahgunakan. Berdasarkan data RoboKiller, modus penipuan ini telah merugikan lebih dari US$10 miliar (setara dengan Rp153 miliar).
● Grey Routes: Jaringan ilegal yang menerobos sistem protokoler operator seluler dan dapat digunakan oleh pengguna, namun berpotensi merugikan pendapatan operator seluler dan mengancam keamanan dan privasi pengguna
● Spam: Pengiriman pesan yang tidak penting dan mengganggu pengguna
Artikel Terkait
4 Cara Jadi Pahlawan Finansial Buat Keluarga
3 Prinsip Pengelolaan Asuransi Syariah
Untuk Pengelolaan Keuangan Syariah, Aktor Dimas Seto Sudah Asuransi Minded Sejak Umur 19 Tahun
Dana Darurat Berapa yang Harus Dipersiapkan Biar Hidup Tenang dan Sejahtera?
2 Alasan Gerakan Mengasuransikan 10.000 Masyarakat Indonesia
2026, Batas Perusahaan Asuransi Syariah Wajib Mandiri
Asuransi Syariah Bukan Hanya untuk Umat Islam
Tentang Daging Sapi Australia dan Indonesia dalam Angka
Promo Tiket KAI 12 12, Cek Syarat dan Ketentuannya di Sini, Jangan Sampai Salah Beli
Cara Ikut Lelang Barang Gratifikasi KPK, Cek Caranya di Sini! Ada Tas Burberry, PS, Sampai Album Blackpink dan BTS!