- Bebas dari ancaman banjir
Apartemen umumnya high rise building karena lahan terbatas namun harus bisa menampung banyak penghuni.
Kekurangan
- Sosialisasi kurang
Hidup di apartemen umumnya berprinsip ‘lu-lu gue-gue’ alias tidak mau dicampuri dan mencampuri urusan tetangga, bahkan yang unitnya berada di depan atau di samping unit kamu. Malah tak jarang ada yang tak saling kenal meskipun sudah bertetangga selama tahunan.
- Larangan memelihara hewan peliharaan
Umumnya apartemen tidak mengijinkan penghuninya memelihara hewan peliharaan. Kalaupun boleh, biasanya tidak boleh dibawa masuk ke unit, dititipkan di tempat tertentu di apartemen.
- Biaya pemeliharaan dan service charge
Biaya pemeliharaannya dan service charge-nya tinggi, bisa jutaan rupiah. Bandingkan dengan iuran warga di perumah tapak yang rata-rata di angka ratusan ribu rupiah.
- Dampak gempa
Sebagaimana high rise building lainnya, dampak bencana gempa menjadi lebih tinggi dan lebih terasa.
Baca Juga: BRI Dorong Pertumbuhan Sektor Properti Melalui KPR BRI Property Expo
Nah, pertimbangkan baik-baik sebelum menentukan mana yang akan kamu beli.
***
Artikel Terkait
Ribet Tapi Butuh demi Rumah Impian: Yang Bikin Pejuang Kantoran Ogah Pakai KPR
Mendadak, Warga Suku Baduy Minta Sinyal Internet Dihilangkan dari Wilayah Tempat Tinggal Mereka
Dear Pemerintah, Apakah Karyawan yang Sudah Punya Tanggungan KPR Masih Bayar Tapera?
Kenapa Butuh Surat Keterangan Kerja untuk Ajukan KPR?