Pejuangkantoran.com - Menteri Perumah dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyebut akan memanfaatkan tanah sitaan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk program 3 juta rumah. Salah satu lahannya adalah lahan seribu hektar yang merupakan lahan sitaan dari koruptor yang berada di Provinsi Banten.
Maruarar menyatakan sudah ketemu dengan Jaksa Agung.
"Dari Jaksa Agung saya sudah dapat 1.000 hektar di Banten. Dari mana? dari koruptor," tegas Marurar.
Pemerintahan RI era Prabowo-Gibran membuat program pembangunan 3 juta rumah tapak per tahun bagi masyarakat kecil di Indonesia. Tujuannya dalam rangka membantu masyarakat kecil agar memiliki tempat tinggal layak huni.
Terlepas dari program yang sedang digodog pemerintah ini, untuk memiliki properti ada dua macam, yaitu membeli rumah tapak (landed house) atau membeli apartemen. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, dua tipe hunian ini cukup banyak pilihan.
Dan, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini daftar kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa kamu jadikan pertimbangan untuk memilih salah satunya:
Baca Juga: Jangan Takut ‘Senin Harga Naik’, Beli Rumah di KPR BRI Property Expo Malah Banyak Untungnya
RUMAH TAPAK (LANDED HOUSE)
Memiliki rumah tapak masih menjadi pilihan yang dominan. Namun di beberapa kota besar seperti Jakarta, rumah tapak yang masuk dalam anggaran pekerja, lokasinya sudah tidak berada di Tengah kota. Mereka biasanya ada di suburban, bahkan tak jarang menyeberang wilayah kota kecil terdekat.
Kelebihan
- Ada kepemilikan atas lahan
Jika kamu termasuk yang mementingkan mempunyai lahan, walaupun kecil, rumah tapak (landed house) adalah pilihannya. Lahan itu bisa menjadi investasi tersendiri, karena secara umum, harga tanah akan terus meningkat.
- Ada halaman
Sekecil-kecilnya halaman rumah tapak, masih ada peluang bagi mereka yang suka berkebun untuk menanam aneka tanaman. Bagaimana pun, menata rumah, termasuk taman, aalah salah satu kepuasan tersendiri dalam memiliki rumah tapak.
- Lebih mudah diperjual belikan
Seperti yang disampaikan di atas, peminat rumah tapak (landed house) itu masih tinggi, bahkan di kota-kota besar. Oleh karena itu, pasar jual-beli rumah tapak masih cukup besar.
Artikel Terkait
Ribet Tapi Butuh demi Rumah Impian: Yang Bikin Pejuang Kantoran Ogah Pakai KPR
Mendadak, Warga Suku Baduy Minta Sinyal Internet Dihilangkan dari Wilayah Tempat Tinggal Mereka
Dear Pemerintah, Apakah Karyawan yang Sudah Punya Tanggungan KPR Masih Bayar Tapera?
Kenapa Butuh Surat Keterangan Kerja untuk Ajukan KPR?