Kalau bisa, hubungkan tujuan jangka pendek dengan tujuan besar. Misalnya, kalau kamu menabung untuk renovasi rumah dan ternyata ada sisa, bisa aja sisanya dipakai untuk investasi.
Dengan begitu, tabungan jadi punya makna lebih, bukan sekadar angka.
- Hitung realistis, jangan asal
Kadang, kamu merasa semua pengeluaran itu penting. Padahal, pasti ada yang bisa dipangkas.
Coba review anggaran kamu, uang masuk berapa dan keluar ke mana aja. Dari situ, kamu bisa menentukan berapa yang bisa disisihkan.
Kalau ternyata sekarang belum bisa menabung banyak, tidak masalah. Paling penting adalah memulainya terlebih dahulu.
Bahkan nominal kecil pun, kalau rutin dilakukan, tetap memiliki dampak besar dalam jangka panjang.
Baca Juga: 2 Langkah untuk Mulai Menabung Dana Darurat, Mulai Saja Sedikit-sedikit tetapi Konsisten
- Otomatiskan tabungan
Jangan beri kesempatan untuk diri sendiri berpikir “nanti saja deh nabungnya.”
Solusi yang bisa dilakukan adalah membuat tabungan otomatis. Atur supaya setiap bulan langsung ada transfer ke rekening tabungan atau investasi begitu gaji masuk.
Dengan cara ini, kamu tidak perlu berpikir ulang saat mau menabung.
Berdasarkan penelitian, orang yang menabung otomatis biasanya lebih konsisten dan hasil tabungannya lebih besar.
Jadi, siapkah kamu untuk mulai menabung dari sekarang? ***
Artikel Terkait
Sebelum Menentukan Mana yang Akan Kamu Pilih, Pahami Perbedaan Menabung dan Berinvestasi
5 Tips Keuangan Buat Anak Muda: Mulai Nabung dan Awas Latte Factor!
7 Tanda Tabungan Kamu Pelan-pelan Makin Bertambah dan Kamu Mulai Jadi Orang Kaya
Investasi Rp162 Miliar antara Danantara dan ACWA Power, Kembangkan Proyek Energi Terbarukan
3 Prinsip Investasi Abadi Benjamin Graham: Falsafah yang Membentuk Warren Buffett
Investasi Emas Online: Cara Modern Menabung dan Berinvestasi di Era Digital