In This Economy, Investasi atau Dana Darurat yang Harus Kita Dahulukan?

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Dalam perencanaan keuangan yang sehat, dana darurat tetap menjadi prioritas utama sebelum membangun portofolio investasi. Dana ini berfungsi sebagai "jaring pengaman" ketika terjadi situasi tak terduga. (Made by AI/PejuangKantoran.com)
Dalam perencanaan keuangan yang sehat, dana darurat tetap menjadi prioritas utama sebelum membangun portofolio investasi. Dana ini berfungsi sebagai "jaring pengaman" ketika terjadi situasi tak terduga. (Made by AI/PejuangKantoran.com)

Kesalahan yang masih sering terjadi adalah menempatkan dana darurat pada instrumen yang nilainya berfluktuasi tinggi. Padahal, tujuan utama dana darurat bukanlah mencari keuntungan besar, melainkan menjaga likuiditas dan keamanan.

Baca Juga: 2 Langkah untuk Mulai Menabung Dana Darurat, Mulai Saja Sedikit-sedikit tetapi Konsisten

Beberapa pilihan yang relatif sesuai antara lain:

  • Rekening tabungan.
  • Reksa dana pasar uang.
  • Deposito berjangka dengan tenor pendek.
  • Tabungan berjangka yang mudah dicairkan.

Yang terpenting, dana tersebut harus dapat diakses dengan cepat ketika dibutuhkan.

Kapan Waktu yang Tepat Mulai Berinvestasi?

Setelah dana darurat tercapai dan kondisi keuangan mulai stabil, Anda dapat mengalokasikan sebagian pendapatan untuk investasi.

Prinsip yang banyak digunakan adalah:

  • Penuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu.
  • Siapkan dana darurat.
  • Pastikan memiliki perlindungan dasar, seperti BPJS Kesehatan atau asuransi sesuai kebutuhan.
  • Baru mulai berinvestasi secara rutin.

Dengan urutan tersebut, investasi dapat berkembang tanpa terganggu oleh kebutuhan mendadak.

Memilih Investasi Sesuai Tujuan Keuangan

Tidak semua instrumen investasi memiliki fungsi yang sama. Pilihan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu.

Tujuan jangka pendek (1–3 tahun)

Apabila dana akan digunakan dalam waktu dekat, seperti biaya pendidikan, uang muka rumah, atau modal usaha, pilih instrumen yang relatif stabil seperti:

  • Reksa dana pasar uang.
  • Deposito.
  • Obligasi negara dengan tenor pendek.

Tujuan jangka menengah (3–5 tahun)

Untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan, investor dapat mempertimbangkan:

  • Reksa dana pendapatan tetap.
  • Obligasi pemerintah.
  • Emas sebagai diversifikasi.

Tujuan jangka panjang (lebih dari 5 tahun)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X