PejuangKantoran.com - Hingga kini, dalam telusuran data oleh PejuangKantoran.com menunjukkan bahwa catatan dari laman Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menunjukkan bahwa 1990 adalah tahun kali pertama Indonesia mengimpor sapi hidup australia atau livestock Australia.
Kala itu, tahun 1990, Indonesia mengimpor 8.061 ekor sapi hidup australia atau sapi australia hidup atau livestock Australia.
Pada tahun-tahun berikutnya selepas 1990, impor sapi hidup australia atau sapi australia hidup atau livestock Australia kian meningkat.
Pada 1997, impor sapi australia hidup atau sapi hidup australia atau livestock Australia oleh Indonesia mencapai angka 428.077 ekor.
Angka 428.077 ekor sapi australia hidup atau sapi hidup australia atau livestock Australia setara dengan 53 kali lipat ketimbang jumlah impor sapi hidup australia atau sapi australia hidup atau livestock Australia pada 1990.
"Saat ini ekspor sapi australia hidup dari Australia ke Indonesia ada sekitar 450.000 hingga 500.000 ekor per tahunnya," kata Trade Development Manager Meat & Livestock Australia atau MLA Siti Nur Aini pada Kamis satu pekan lalu saat penjurian National Butchery and Cooking Competition 2023 berbasis daging sapi australia oleh MLA di Hotel Raffles Jakarta.
Daging sapi australia
Catatan dari lembaga sama, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mencatat bahwa Indonesia kali pertama mengimpor daging sapi australia pada 1995.
Pada 1995 juga, Indonesia pun mengimpor sapi bakalan australia atau sapi hidup australia atau sapi australia hidup untuk pemeliharaan, untuk kali pertama.
"Saat ini daging sapi australia sudah tersebar di berbagai pasar modern maupun tradisional, contohnya di Pasar Kebayoran Lama Jakarta," kata Trade Development Manager MLA Siti Nur Aini.