PejuangKantoran.com - Banyak orang beralih mencari rumah ke beberapa negara tujuan di seluruh dunia, seperti Italia dan Portugal, di mana rumah dengan harga lebih murah berlimpah.
Ditambah lagi, ada keinginan yang terus meningkat di antara sebagian orang untuk menjalani kehidupan yang lebih menantang di negara yang baru. Atau setidaknya, melarikan diri dari masalah yang melanda negara asal mereka.
Sementara itu, populasi di Jepang menyusut hingga menyebabkan munculnya 8,49 juta akiya pada tahun 2018, menurut Survei Perumahan dan Pertanahan Jepang. Akiya adalah rumah di pedesaan di Jepang yang ditinggalkan pemiliknya.
Baca Juga: Hampir 40% Karyawan Terlalu Nyaman dengan Pekerjaan Mereka sampai Menolak Naik Jabatan
Akiya menimbulkan fenomena "desa hantu" karena tak ada penghuni lagi di sana, tetapi sekaligus menghadirkan peluang bagi mereka yang ingin membeli rumah murah.
Lagipula, tidak seperti di negara lain, Jepang tidak menerapkan batasan bagi orang asing untuk membeli properti.
"Ini adalah badai yang sempurna," kata Take Kurosawa, yang menghabiskan musim panas di Jepang saat masih kecil dan selalu bermimpi untuk punya rumah di sana.
Januari 2024, Take Kurosawa bersama rekannya, Joey Stockermans, meluncurkan Akiyamart, situs web untuk membantu orang asing menemukan dan membeli rumah pedesaan di Jepang.
Situs ini menjadi alat terbaru untuk membantu orang-orang menavigasi pasar asing, meskipun banyak yang telah melakukannya tanpa alat ini.
Kurosawa (33) dan Stockermans (35) menghabiskan 42.000 dollar untuk membeli akiya. Rencananya, mereka merenovasi tempat tersebut dan menggunakannya sebagai Airbnb dan tempat berlibur pribadi.
Baca Juga: Baru Pulang dari Liburan ke Amerika, Natasha Wilona Cerita Pengalaman yang Memacu Adrenalinnya
Keduanya mengumpulkan uang mereka dan membeli rumah kosong seluas 1.000 kaki persegi di Beppu, sebuah kota berpenduduk 113.000 jiwa di Kyushu, pulau paling selatan Jepang, pada bulan Juni 2023.
Membangun rumah untuk Airbnb adalah cara menghasilkan uang yang telah berhasil di Amerika Serikat, tetapi belum tentu memberi hasil yang sama di Jepang.
"Pindah dari Amerika ke Jepang menghadirkan budaya yang sangat berbeda. Ini adalah pasar real estate yang berbeda," kata Bethany "Bitsii" Nakamura.
Nakamura meninggalkan Amerika Serikat untuk tinggal di sebuah akiya di Jepang yang diperolehnya secara gratis. Ia mengatakan bahwa membeli rumah murah di Jepang belum tentu merupakan jalan menuju kebebasan finansial.