Kata Chaffin, “Ini tidak ada bedanya dengan seseorang yang terobsesi untuk berolahraga dan mereka merasa tidak pernah benar-benar bugar.”
Baca Juga: Pos Indonesia Luncurkan Prangko NFT, Lebih Mudah Diperdagangkan ke Kolektor Internasional
Tetapkan tujuan untuk apa uang yang akan didapatkan
Chaffin mengingatkan, tak peduli apakah kamu ingin menabung lebih banyak atau ingin meningkatkan penghasilan secara keseluruhan, penting untuk bertanya pada diri sendiri apa yang ingin dicapai dengan mendapatkan lebih banyak uang.
Dengan tidak memiliki tujuan untuk apa uang tersebut akan digunakan, kamu mungkin akan tetap merasa cemas tentang uang meskipun telah mencapai target yang diinginkan.
“Jika ada yang bilang kepada saya, ‘Saat saya memiliki uang sekian, saya akan menjadi kaya.' Pertanyaan saya selanjutnya adalah, 'Setelah itu apa?’,” katanya.
Jadi, tanyakan juga pada diri sendiri, apa yang akan terjadi setelah mendapatkan uang tersebut, apa yang akan terjadi keesokan harinya, dan bagaimana hal itu akan membuat hidup kamu lebih baik.
Baca Juga: Klaim Iran Menggunakan Fattah 1 Dalam Serangan ke Israel Dibantah Ahli Persenjataan Barat
Tujuan bisa bantu mencapai kepuasan finansial
Jika kamu sudah mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memiliki dana darurat yang cukup, kemungkinan besar kamu sudah aman secara finansial.
Namun, jika kamu masih belum merasa puas dengan gambaran keuangan yang dimiliki, mungkin ini saatnya untuk menilai kembali seperti apa kekayaan bagi kamu.
Menetapkan tujuan spesifik dapat membantu menghindari perasaan “tidak pernah cukup”.
Misalnya, buat tujuan untuk membantu keluarga atau agar bisa berhenti dari pekerjaan untuk berkeliling dunia.
Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa merasa kaya tidak selalu terkait dengan jumlah uang tertentu yang kamu miliki.