Pejuangkantoran.com Home Sweet Loan film yang bisa jadi menggambarkan kejadian nyata sebagian besar pejuang nafkah di kota besar seperti Jakarta saat ini. Terutama early Gen Z atau late Millenial yang berusaha mandiri dan bekerja keras untuk bisa membeli rumah.
Film yang digarap oleh Sabrina Rochele Kalangie ini menggambarkan seorang perempuan muda single Bernama Kaluna (diperankan oleh Yunita Siregar) yang harus bekerja keras demi bisa mewujudkan impian mempunyai rumah sendiri.
Keinginannya itu berawal dari perasaannya yang makin sumpek ketika tinggal bersama orang tuanya. Di rumah itu tak hanya dia, selain orang tuanya juga ada kakaknya bersama keluarga kecil mereka.
Ketika uangnya sudah terkumpul dan siap dibelikan rumah, musibah terjadi pada keluarga mereka. Ini menyebabkan uang tabungannya untuk beli rumah direlakan untuk menutup kebutuhan keluarga itu karena musibah.
Memiliki rumah atau tempat tinggal sendiri adalah impian sebagian besar orang yang sudah bekerja, apalagi berkeluarga. Berbagai cara agar Impian ini bisa terwujud.
Ada yang menabung cukup lama agar bisa membeli rumahnya. Dan yang paling umum adalah mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) ke bank.
Dua-duanya tentu saja mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang pertama, menabung, tentu akan memakan waktu lama. Selain itu, belum tentu ketika uangnya sudah terkumpul, harga propertinya masih sama seperti ketika mengawali menabung.
Sementara jika memilih mengambl KPR, maka harus siap-siap dengan bunga pinjaman dan tenor (waktu cicilan) yang belasan hingga puluhan tahun sampai lunas. Itu jika dihitung, total cicilannya menjadikan harga propertinya berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan harga pembelian cash keras.
Lunasi Semua Hutang Lebih Awal
Tak heran jika para peminjam KPR ini ketika ada rejeki mereka lebih memilih untuk melunasi dan menyelesaikan KPR-nya itu. Seperti yang diungkapkan artis Andhara Early dalam laman Kompas.com (6/10/2024).
Ia dan suaminya memutuskan untuk melunasi hutang KPR-nya. Sisa tenor yang 12 tahun (dari 20 tahun) diselesaikannya sekaligus. Tentu saja ini ada konsekuensinya, yaitu kena penalti (denda).
Namun ketika dihitung ulang, menurut dia dan suaminya, melunasi lebih awal ini opsinya jauh lebih baik daripada harus mengurangi jumlah cicilan per bulan tapi harus menambah tenor yang makin lama.
Menurut laman rumah123.com, keuntungan membayar cicilan KPR lebih cepat memang akan mengurangi beban finansial. Dengan tidak adanya lagi anggaran bulanan untuk menyicil KPR, maka kamu bisa lebih leluasa dalam mengalokasikan anggaran bulanan.