saving

Tren 'Buy Now, Pay Later' Makin Populer di Kalangan Traveler, Kenali Apa Saja Resikonya!

Jumat, 25 April 2025 | 22:24 WIB
Ilustrasi: Layanan Buy Now, Pay Later semakin diminati oleh konsumen yang ingin liburan dengan dana terbatas. (Pymnts)

PejuangKantoran.com - Makin banyak orang yang memilih layanan Buy Now, Pay Later (BNPL) untuk membiayai liburan. Pasalnya, mereka ingin liburan tapi dananya belum cukup.

Contohnya Kristin Herman. Ia bilang kalau pakai BNPL buat trip mendadak itu rasanya seperti penyelamat. Nggak perlu biaya di awal, proses persetujuannya juga cepat.

Tetapi, dia sempat lupa bayar satu cicilan. Akibatnya dia kena denda. “Satu pengingat yang kelewat, berubah jadi biaya tambahan,” katanya ke CNBC Travel.

Baca Juga: Mulai Sekarang, ASN Jakarta Wajib Naik Kendaraan Umum Tiap Hari Rabu

Beda cerita dengan Rane Teo, yang pakai BNPL untuk liburan akhir pekan ke Batam bareng keluarganya. “Mudah dan praktis,” katanya. Ia membagi biaya jadi tiga cicilan bulanan tanpa drama.

Baik Kristin maupun Rane mencerminkan tren baru: makin banyak orang menggunakan BNPL untuk bayar tiket pesawat, hotel, bahkan kapal pesiar. Beberapa layanan bahkan menawarkan cicilan tanpa bunga atau denda keterlambatan, asal pembayaran lancar.

Kena biaya tambahan

Menurut data dari Klarna, salah satu perusahaan BNPL, nilai pemesanan perjalanan yang mereka proses naik 50% dalam setahun terakhir.

Affirm, perusahaan BNPL lain, mencatat volume pemesanan perjalanan dan tiket naik 38% di kuartal akhir 2024, melampaui angka $1 miliar.

Di 2025 ini, hampir 1 dari 5 traveler Amerika mengaku akan menggunakan BNPL untuk liburan musim panas mereka, begitu menurut laporan dari NerdWallet.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Genjot Penyaluran KUR ke Sektor Produktif

Fenomena ini paling terasa di kalangan Gen Z dan milenial. CEO Carrington Labs, Jamie Twiss, mengatakan bahwa dua generasi ini memang lebih terbiasa menggunakan BNPL untuk berbagai kebutuhan, termasuk travel.

Selain itu, banyak penyedia jasa wisata memang lebih menargetkan konsumen muda dengan opsi pembayaran seperti ini.

Contoh lainnya, sekitar 60% pembeli tiket festival musik Coachella memilih pembayaran bertahap. Meski dikenakan biaya tambahan $41 jika memilih metode pembayaran tersebut, mereka tetap merasa cara ini lebih ringan secara finansial.

Perlu dicatat juga, harga tiket Coachella melonjak jauh dari $50 di tahun 1999 jadi lebih dari $500 untuk tiga hari di 2026.

Halaman:

Tags

Terkini