PejuangKantoran.com – Jika perlahan gaji kamu naik, dan keuangan kamu semakin membaik, ada baiknya kamu mulai mengelola keuangan dengan membeli produk investasi.
Sebelum mulai menjadi investor pemula, kenali beberapa produk investasi yang digunakan di pasar keuangan, misalnya reksa dana dan saham. Keduanya merupakan instrumen investasi yang paling populer.
Perbedaan utama antara reksa dana dan saham adalah pada keterlibatan kamu sebagai investor. Reksa dana bersifat pasif, karena dana kamu dikelola oleh manajer investasi. Sedangkan pada saham, kamu harus terlibat aktif sebagai investor.
Baca Juga: Jejak Digital Sulit Dihapus! Fitur Baru ChatGPT Bikin Ribuan Percakapan Pribadi Bocor di Google
Selain itu, kedua produk tersebut punya cara kerja, tingkat risiko, hingga potensi keuntungan yang berbeda. Yuk, kita lihat beda reksa dana dan saham:
Reksa dana
Kalau kamu investor pemula atau investor kecil yang nggak punya banyak waktu dan pengetahuan untuk menghitung risiko atas investasi kamu, kamu bisa membeli reksa dana melalui bank atau aplikasi digital seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanamduit, IPOT, dan Makmur.
Dana yang kamu investasikan lalu dikelola oleh manajer investasi menjadi berbagai instrumen seperti saham hingga pasar uang. Kemudian pembagian hasilnya dilakukan sesuai dengan jumlah unit reksa dana yang dimiliki oleh setiap investor.
Reksa dana sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, hingga reksa dana pasar uang.
Lalu, apa manfaat reksa dana untuk pemodal?
Baca Juga: Cuti Bersama 18 Agustus 2025 Resmi Ditetapkan, Saatnya Rencanakan Long Weekend!
• Diversifikasi investasi dalam efek, jika investor tidak punya dana yang cukup besar, sehingga bisa memperkecil risiko. Dengan reksa dana, akan terkumpul dana yang memudahkan diversifikasi untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang, seperti deposito, saham, atau obligasi.
• Investasi di pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli membutuhkan pengetahuan dan keahlian tersendiri. Investor yang tidak memiliki pengetahuan tersebut bisa mempercayakannya pada manajer investasi.
• Efisiensi waktu. Karena dikelola manajer investasi, kamu tidak perlu memantau kinerja investasi sepanjang waktu.
Namun meski dikelola oleh profesional, investasi ini tetap mengandung risiko. Berikut beberapa risiko reksa dana: